Kamis, 17 November 2016

Apa itu Hamil Anggur, Apa Penyebabnya dan Bagaimana Mengatasinya?

Kehamilan Mola Hidatidosa atau hamil anggur adalah kehamilan dimana hasil konsepsi tidak berubah menjadi janin, melainkan jaringan berbentuk gelembung-gelembung, gelembung-gelembung tersebut berisi cairan dan berbentuk seperti buah anggur dengan ukuran mulai dari sebesar biji kacang hijau hingga sebesar buah anggur.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami hamil anggur (mola hidatidosa), misalnya gizi yang buruk dan penyakit menahun seperti TBC (Tuberculosis), malaria, dan anemia (kekurangan sel darah merah)

Hamil Anggur

Kehamilan ini biasanya bisa dikenali jika pada ibu timbul gejala-gejala sebagai berikut : 

1.Kehamilan berkembang lebih besar daripada usia kehamilan normal
2.Muntah-muntah berlebihan pada awal kehamilan
3.Pada kehamilan muda < 24 minggu keluar bercak-bercak darah, terkadang beserta gelembung
4.Saat dilakukan pemeriksaan abdomen tidak teraba bagian-bagian tubuh  janin (setelah kehamilan >24 minggu)
5.Tidak terdengar detak jantung janin
6.Terjadi pre-eklampsia dan eklampsia, terjadinya pre-eklampsia dan eklampsia <24 minggu menunjukkan kehamilan Mola Hidatidosa

sebelum menetapkan diagnosa hamil anggur (mola hidatidosa) perlu dilakukan pemeriksaan USG dan pemeriksaan Kadar HCG, jika saat dilakukan USG tidak terlihat kerangka tubuh janin dan kadar HCG ibu lebih tinggi dari kehamilan normal maka dipastikan bahwa ibu mengalami hamil anggur.

Hamil anggur ini sangatlah berbahaya karena dapat menimbulkan perdarahan, infeksi, perforasi (dimana gelembung menembus dinding rahim), choriocarcinoma dan yang terakhir dapat berujung pada kematian.

Untuk pengobatannya, jika ibu sudah pasti mengalami hamil anggur, dokter kandungan akan melakukan penguretan, setelah penguretan maka setiap 1-2 minggu sekali akan dilakukan evaluasi secara teratur selama 3 bulan pertama, evaluasi ini dilakukan untuk melihat apakah mola hidatidosa berubah menjadi penyakit trofoblas yang ganas. Caranya dengan melihat ada tidaknya perdarahan, memeriksa besar rahim, dan memeriksa kadar HCG ibu.

Dengan dilakukannya evaluasi ini, kemungkinan terjadinya penyakit trofoblas ganas dapat diketahui secara dini, sehingga pengobatan juga bisa dilakukan secara cepat dan tidak membahayakan ibu karena penyakit trofoblas ganas ini menyerupai kanker yang menyebar ke paru-paru, otak dan sumsum tulang belakang, namun jika setelah 6 bulan penyakit trofoblas ganas ini tidak ditemukan maka ibu sudah boleh hamil lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar