Minggu, 20 November 2016

Ketuban Pecah Dini

Lucu, satu kata yang menggambarkan keponakan baruku yang baru aja lahir tanggal 2 November kemarin, seorang bayi perempuan dengan berat lahir 3,1 kg. Kalo ingat perjuangan ibunya selama proses melahirkan, duuuhh… Ngeri.. Pasalnya kakakku melahirkan dengan cara operasi sesar karena ketubannya yang pecah sebelum ada tanda-tanda persalinan,

Hari itu jam 7 pagi, aku dan kakak ku seperti biasa menyiapkan makanan untuk sarapan kami, nggak ada tanda apa-apa sampai selesai sarapan kakakku berbaring di tempat tidur, tiba-tiba.. BYOOORR… ada cairan jernih yang keluar dari jalan lahirnya, aku langsung memanggil ibuku yang berada didapur untuk meminta bantuan, kami langsung membawa kakak ke rumah bersalin agar bisa segera mendapatkan pertolongan.

“Ketubannya pecah dan pembukaannya baru 1” kata dokter kandungan yang memeriksa kakakku waktu itu, akhirnya karena sudah banyak air ketuban yang keluar kakak ku dipasang infus dengan cairan yang di drip oksitosin untuk mempercepat proses persalinan.

Jam 2 siang dokter menjelaskan lagi kalau kontraksi yang dialami kakakku tidak sering sehingga pembukaannya baru 2-3 cm, dan kakakku sudah mulai kelelahan. Dokter memutuskan untuk menunggu sampai jam 6 sore, kalau pembukaannya tetap belum lengkap, terpaksa akan dilakukan operasi untuk melahirkan bayinya. Akupun bersama keluarga saat itu berdoa dan menunggu dengan penuh harap pembukaannya bisa lengkap dan kakak serta bayinya selamat.

Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba, jam 6 sore dan pembukaan belum juga lengkap, dokter dan perawatnya langsung membawa kakakku ke ruang operasi, setelah kurang lebih 1 jam Alhamdulillah akhirnya keponakan baruku lahir dengan selamat, ku genggam jari-jari mungil nya dan ku tatap kakakku yang saat itu meneteskan air mata bahagia.

haii princess,, selamat datang di keluarga kami.. XO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar