Senin, 14 November 2016

Masih, Sering di PHP-in Dosen

PHP. Iya PHP, tau kan PHP? (pemberian harapan palsu). Itu yang aku alami beberapa hari terakhir, aku dan teman-temanku selaku PJMK mata kuliah sudah menjadi korban PHP oleh para dosen. Entah mengapa sepertinya PHP sudah menjadi hobi para dosen di kampusku.

Dengan sibuknya para dosen kebidanan, khususnya dosen Prodi DIV Kebidanan untuk mempersiapkan re-akreditasi yang terbilang cukup penting karena saat akreditasi sebelumnya kampusku gagal mendapatkan nilai minimal B dikarenakan kami Prodi DIV belum memiliki lulusan, sehingga para dosen gencar mengirim mahasiswa mengikuti lomba, merapikan ulang berkas-berkas, melengkapi semua absensi kegiatan, dll.

Tapi mengakibatkan kami para mahasiswi menjadi terlantar, setiap hari datang ke ke kampus, dari pagi sampai sore kami duduk di sofa depan ruang dosen dengan penuh harap menunggu kepastian apakah dosen yang bersangkutan bisa mengajar atau tidak, dan hasilnya tetap nihil, lagi-lagi dosen mengatakan:

“Maaf dek, saya sibuk hari ini, besok saja kamu menemui saya lagi”

“Maaf dek, saya sibuk hari ini, besok saja kamu menemui saya lagi”

“Maaf dek....”

“Maaf dek....” (#terngiang-ngiang di telinga)

AAAAAAA.............!!!!!!!!!!!! Kenapa ibu nggak bilang dari tadi? Kenapa dari tadi hanya membiarkan kami duduk menunggu? Ibu kira kami juga nggak sibuk? HAAA???!!! (Tentu saja ini hanya ku ucapkan dalam hati).

Lagi-lagi kami tidak mendapatkan hasil apa-apa, akhirnya aku dan beberapa temanku kembali ke kelas untuk memberikan kabar ini kepada teman-teman yang lain, entah ini kabar buruk karena kami lagi-lagi harus mencari jam kosong, bahkan mungkin mengorbankan liburan kami nanti untuk dosen membayar hutang pertemuan kali ini, atau kabar baik karena kami bisa keluar untuk hangout dan tidak memikirkan kuliah yang membosankan itu.

Sebenarnya aku tidak begitu menyalahkan dosen karena tidak bisa mengajar, aku yakin mereka benar-benar sibuk, ini juga demi kebaikan kami para mahasiswa, seharusnya aku paham akan situasi para dosen, mereka yang lelah dan mungkin hampir stres mempersiapkan re-akreditasi yang sangat penting itu. Namun kenapa harus membiarkan kami menunggu jika dari awal memang sibuk dan tidak bisa mengajar.

HAAAHHHH.... Aku lelah sekali, menunggu juga pekerjaan yang melelahkan, apalagi jika akhirnya mendapatkan hasil yang tidak sesuai harapan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar