Senin, 12 Desember 2016

Apa Itu Kanker Ovarium?

Day-5, 6 pasien baru yang datang untuk kemoterapi dan 3 pasien datang untuk perbaikan keadaan umum (pasien anemia, hipokalsemi, dkk), setelah tanya ke kepala jaganya ternyata aku dikasih kasus pasien bed 21 namanya “Nn.H”. Nn=Nona, iya dia belum nikah dan umurnya 16 tahun.

Pasien ini di diagnosa Ca.ovarium, Ca.ovarium itu tumor ganas yang menyerang salah satu indung telur atau bisa juga keduanya. apakah laki-laki bisa tertular? Jawabannya tidak. Kenapa? Karena sudah jelas yang punya indung telur cuma perempuan.

Pasien Ca


Ca.Ovarium ini bisa disebabkan karena faktor genetik, makanan yang banyak mengandung MSG, merokok, perempuan yang mandul, hamil pertama umur >45 tahun, pernah pake pil yang mengandung hormon, atau bisa juga karena ada keluarga yang punya riwayat Ca.Ovarium.

Untuk Ca.Ovarium sendiri ada terkenal dengan sebutan “silent killer”, kenapa? Karena tanda-tanda dan gejalanya yang susah banget dikenali dan juga jarang, biasanya sih tanda-tanda yang sering muncul, menstruasi nggak teratur tiap bulan, mual muntah, perut kembung, susah buang air besar, yang memang tanda-tanda ini umum dan belum jadi patokan seseorang bakal kena Ca.Ovarium.

Jadi cara mendiagnosa seseorang terkena Ca.Ovarium dengan pemeriksaan USG, CT scan, Foto Thorax, Foto Abdomen, ada juga yang dilakukan operasi kecil untuk mengambil massa yang ada kemudian di cek apakah massa tersebut jinak atau ganas.

Untuk yang sudah terkena dapat melakukan operasi, radiasi, dan kemoterapi. Ini tergantung stadium Ca.Ovarium sendiri, untuk yang masih Stadium 1 dapat melakukan radioterapi, kemoterapi, histerektomi total dan radioterapi.

Stadium 2 yang menjadi pilihan terapi utama adalah operasi disertai dengan kemoterapi atau radioterapi, dengan terapi ajuvan memperpanjang waktu remisi.

Stadium 3 dan 4 sedapat mungkin massa tumor dan daerah penyebaran yang ada di sekitarnya diangkat, jika masih memungkinkan salpingo-ooforektomi bilateral dilanjutkan terapi ajuvan kemoterapi dan atau radioterapi.

Lalu untuk kalian yang tidak terkena Ca.Ovarium ini, ayo kita cegah dengan menjaga makanan kita dengan memakan makanan yang sehat dan bergizi, tidak mengkonsumsi makanan dengan MSG secara berlebihan, tidak merokok, dan juga terus melakukan pemeriksaan rutin di fasilitas kesehatan terdekat yang memadai dan ahli dalam bidang ini.

1 komentar: