Jumat, 02 Desember 2016

Haruskah Kusewakan Rahimku?

Di masyarakat kebanyakan jika pasangan suami istri maka pihak perempuanlah yang akan disalahkan, namun faktor penyebab nya bisa saja dari suami juga. Hingga banyak pasangan yang melakukan tindakan tidak etis seperti menyewa rahim wanita lain.

mungkin anda sudah tidak asing mendengar istilah sewa rahim ya, walaupun ada juga yang belum mengetahui apa itu sewa rahim, nah disini akan saya jelaskan lagi masalah sewa rahim.

sewa rahim

Apa itu sewa rahim?

Sewa rahim berarti menyewa rahim wanita lain, tentu dengan bayaran karena kita menyewa. Sewa rahim ini bukan sang suami berhubungan dengan wanita lain untuk memiliki anak, namun memasukkan sel telur dan sperma dari pasangan suami istri yang sah ke rahim wanita lain yang telah disewa.

Dan tentu saja sebelum dilakukannya prosedur memasukkan benih tersebut, telah ada perjanjian diantara pasangan suami istri dengan wanita tersebut, perjanjian ini harus dengan kontrak perjanjian yang resmi. Mengapa pasangan suami istri menyewa rahim wanita lain?

Alasannya banyak sekali, diantaranya adalah:

1.Seorang wanita tidak mempunyai harapan untuk mengandung secara biasa karena adanya suatu penyakit atau kecacatan yang menghalanginya untuk mengandung dan melahirkan anak.

2.Rahim wanita tersebut diangkat atau di buang karena operasi organ reproduksi yang pernah dijalani.

3.Wanita tersebut ingin memiliki anak, tetapi tidak mau memikul beban kehamilan, melahirkan, menyusukan anak. Hal ini banyak terjadi, karena wanita tersebut ingin menjaga kecantikan tubuhnya.

4.Wanita yang sudah memiliki atau belum memiliki anak, tetapi telah masuk masa menopause dan ingin memiliki anak lagi, sehingga tidak mungkin memiliki anak lagi.

5.Wanita yang ingin mencari uang dengan menyewakan rahimnya kepada orang lain.

Apa akibat sewa rahim ini?

1.Memaksa wanita untuk merelakan rahimnya digunakan benih pasangan lain.

2.Membunuh rasa keibuan, karena setelah mengandung dengan susah payah kemudian anak diserahkan kepada orang lain.

3.Terjadinya percampuran nasab ketika suami wanita pemilik rahim menggauli istrinya dan memiliki anak.

4.Akan timbul perselisihan jika wanita yang disewa rahimnya menolak menyerahkan bayi kepada pasangan yang tadi menyewa.

5.Akan timbul permasalahan ketika wanita yang disewa rahimnya adalah saudara atau keluarga pasangan penyewa rahim.

6.Orang tua akan kesulitan dalam perkawinan si anak selanjutnya jika wanita yang menyewakan rahimnya menyewakan lebih dari sekali.

7.Akan menimbulkan fitnah ketika hamilnya wanita ini yang tidak bersuami.


Jadi daripada menyewa rahim wanita lain, saya lebih menyarankan untuk bayi tabung atau mengadopsi seorang anak yang tentu saja latar belakang dan nasabnya jelas serta baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar