Kamis, 07 September 2017

Kiat Menambah Gizi Anak dengan Memanfaatkan Tempat Makanan Anak yang Menarik

Sebagai ibu, kadang-kadang kita merasa frustrasi apabila anak-anak tidak mengikuti apa yang kita sarankan. Misalnya yang berhubungan dengan makanan yang menjadi sumber gizi bagi mereka. Tidak sedikit di antara anak-anak kita yang merasa malu membawa bekal makanan ke sekolah dengan berbagai macam alasan. Salah satu alasannya yang sering dikemukakan adalah karena tempat makanan anak yang terlihat tidak menarik atau terkesan memalukan bagi mereka. Tidak sedikit juga yang beralasan, ‘menu bekal makan siang’ mereka bukankah bekal makan favorit yang mereka inginkan. Dengan kata lain, menu-menu-nya tidak menarik bagi mereka.



Terlepas dari apapun alasan anak tidak ingin membawa bekal makan siang ke sekolah, tidak mau makan bekalnya dan kemudian membawanya pulang, atau lebih memilih membeli makanan di kantin dibandingkan dengan bekal yang dibawa dari rumah. Adalah sebuah masalah yang bisa membuat kebutuhan nutrisi untuk tumbuh dan otaknya tidak terpenuhi.

Padahal, seperti yang kita tahu makanan yang sehat dan bervariasi yang terdiri atas sayur-sayuran kacang-kacangan, buah-buahan, biji-bijian, ikan, hingga daging dan susu adalah variasi menu yang bisa memenuhi kebutuhan gizi anak.

Selasa, 05 September 2017

Hal-hal yang Gak Saya Sukai Dari Agen Asuransi

Industri asuransi di Indonesia akhir-akhir ini mulai banyak peningkatan yang cukup signifikan. Banyak masyarakat yang mulai melek dengan manfaat dengan mengikuti sebuah asuransi tertentu. Dan saya, mungkin adalah salah satu orang yang belum memikirkan tentang asuransi ini. Namun, beberapa tahun tinggal serumah dengan salah satu agen asuransi membuat saya sedikit lebih banyak mengerti bagaimana cara kerja asuransi baik yang syariah ataupun yang konvensional.



Ya.. meskipun, agen asuransi dari produk asuransi ternama di Indonesia yang saya pernah tinggal dengan beliau adalah agen asuransi Syariah. Tapi sebenarnya ada banyak pertanyaan yang nangkring di otak saya tentang asuransi ini.

Sabtu, 05 Agustus 2017

Kulit Lebih Kencang dengan Glumory Collagen Booster Serum

Setiap orang pasti akan mengalami yang namanya "tua." Usia, seperti yang kita tahu, tidak akan bisa dilawan. Usia akan menyebabkan berbagai perubahan di tubuh kita mulai dari organ internal hingga bagian terluar yaitu kulit. Semakin tua usia kita, maka kemampuan tubuh kita akan terus berkurang, mulai dari stamina, energi, hingga elastisitas kulit. Jadi jangan heran apabila melihat orang tua yang punya kulit keriput dengan garis-garis halus dan kering.



Walaupun usia tidak bisa dilawan, namun kita tetap bisa melakukan cara-cara tertentu untuk menunda atau meminimalisir efek penuaan. Di antara cara-cara yang bisa kita lakukan agar tetap terlihat awet muda dengan kulit yang kencang, bebas keriput, dan tidak kering adalah dengan:
  • Rajin berolahraga. Pilihan olahraga bisa disesuaikan dengan hobi seperti, jogging, berenang, senam, angkat beban, peregangan, dan lain-lain.

Selasa, 21 Februari 2017

Apa Itu PWS KIA?

PWS KIA adalah alat manajemen program KIA untuk memnatau cakupan pelayanan KIA di suatu wilayah (puskesmas / kecamatan) secara terus menerus agar dapat dilakukan tindak lanjut yang cepat dan tepat terhadap desa yang cakupan pelayanan KIA nya masih rendah.

Tujuan umum dari PWS KIA ini adalah meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan KIA di wilayah kerja puskesmas, melalui pemantauan cakupan pelayanan KIA di tiap desa secara terus menerus.

Sedangkan tujuan khususnya adalah :
  1. Memantau cakupan pelayanan KIA yang dipilih sebagai indikator, secara teratur (bulanan) dan terus menerus untuk tiap desa.
  2. Menilai kesenjangan antara target yang ditetapkan dan pencapaian sebenarnya untuk tiap desa.
  3. Menentukan urutan desa prioritas yang akan ditangani secara intensif berdasarkan besarnya kesenjangan antara target dan pencapaianya.
  4. Merencanakan tindak lanjut dengan menggunakan sumber daya yang tersedia dan yang dapat digali.
  5. Membangkitkan peran pamong setempat dalam pergerakan sasaran dan mobilisasi sumber daya.

Dalam pengelolaan program KIA ada juga prinsip yang dimiliki. Prinsipnya adalah bertujuan memantapkan dan meningkatkan jangkauan serta mutu pelayanan KIA scara efektif dan efisien.
Untuk pemantauan PWS KIA, digunakan indikator pemantauan secara teknis yaitu,
  1. Akses pelayanan antenatal (cakupan K1)
  2. Cakupan ibu hamil (cakupan K4)
  3. Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan
  4. Penjaringan ibu hamil beresiko oleh masyarakat
  5. Penjaringan ibu hamil beresiko oleh tenaga kesehatan
  6. Cakupan pelayanan neonatal (KN) oleh tenaga kesehatan

Sedangkan untuk pemantauan yang non-teknis ada dua yaitu akses pelayanan antenatal (cakupan K1) dan cakupan ibu hamil (cakupan K4). Dan perlu diketahui PWS KIA disajikan dalam bentuk grafik yang berjumlah 6 grafik berdasarkan jumlah indikatornya.

Senin, 20 Februari 2017

Batasan Dalam Bidang Kebidanan


  • Pelayanan antenatal : oleh tenaga profesional selama hamil sesuai standar.
  • Penjaringan (deteksi) dini kehamilan beresiko : menemukan ibu hamil yang beresiko oleh kader, dukun bayi dan tenaga kesehatan.
  • Kunjungan ibu hamil : kontak ibu hamil dengan tenaga profesional untuk pelayanan sesuai dengan standar.
  • Kunjungan baru ibu hamil (K1) : kunjungan yang pertama kali pada masa kehamilan.
  • Kunjungan ulang : kontak dengan tenaga kesehatan yang kedua dan seterusnya untuk pelayanan antenatal selama satu periode kehamilannya.
  • K4 : kontak antara ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang keempat kalinya atau lebih untuk mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar.
  • Kunjungan neonatal (KN) : kontak neonatal dengan tenaga kesehatan minimal 2 kali untuk mendapatkan pelayanan dan pemeriksaan kesehatan neonatal dengan ketentuan = kunjungan pertama umur 6 jam - hari ke-7, kunjungan kedua hari ke-8 - hari ke-20. Perlu diingat bahwa pertolongan bukan merupakan kunjungan neonatal.
  • Cakupan akses : K1 dibagi sasaran kali 100%.
  • Cakupan ibu hamil (K4) : dibagi sasaran ibu hamil dikali 100%.
  • Sasaran ibu hamil : semua ibu hamil dalam satu wilayah dalam kurun waktu 1 tahun, atau dengan rumus CBR x 1,1 x jumlah penduduk, atau 3% x jumlah penduduk.
  • Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan : persentase ibu bersalin oleh tenaga kesehatan dalam periode tertentu, atau jumlah persalinan dengan rumus CBR x 1,05 x jumlah penduduk setempat, atau 2,8 x jumlah penduduk.
  • Cakupan penjaringan ibu hamil beresiko oleh masyarakat : persentase ibu hamil beresiko yang ditemukan oleh kader dan dukun bayi yang dirujuk ke puskesmas/tenaga kesehatan dalam kurun waktu tertentu.
  • Cakupan penjaringan ibu hamil beresiko oleh tenaga kesehatan : jumlah ibu hamil beresiko yang ditemukan oleh tenaga kesehatan dibagi dengan jumlah ibu hamil dikalikan 100%.
  • Ibu hamil beresiko : ibu hamil yang mempunyai faktor resiko.
  • Cakupan kunjungan neonatal (KN) : jumlah kunjungan neonatal dibagi dengan seluruh sasaran bayi disuatu wilayah dalam kurun waktu satu tahun dikalikan 100%.

Minggu, 19 Februari 2017

Bayiku Kuning? Kenapa?

Banyak orang yang belum tau saat tubuh mereka menjadi kuning adalah merupakan tanda-tanda ikterus, apa itu ikterus pun mereka tidak tahu. Dan apa bahaya serta penyebabnya juga tidak tahu karena kurangnya pengetahuan. Tapi tenang saja, sekarang kita akan membahas apa itu ikterus.

Ikterus itu berarti menguningnya sclera/bagian putih mata, kulit dan jaringan lainnya akibat penimbunan bilirubin dalam tubuh. Kadar bilirubin yang meningkat dalam tubuh meninggi >10 mg yang ditandai dengan ikterus pada kulit tadi.

Ikterus pada neobatus sangat penting. Mengapa? Karena dapat menimbulkan kernikterus dan juga gejala dari penyakit yang mendasari. Perlu diketahui juga, kernikterus adalah ensefalopati akibat deposisi bilirubin indirek pada ganglia basal dan nukleus batang otak.

Ikterus ini 60% sering terjadi pada bayi yang cukup bulan (lahir dengan usia kehamilan 9 bulan) dan 80% pada bayi kurang bulan (lahir kurang dari 9 bulan). Bayi akan tampak kuning bila kadar bilirubin total meningkat >5 mg/dL.

Ikterus yang timbul tidak selamanya berbahaya, karena ikterus dibagi menjadi dua klasifikasi yaitu ikterus patologik / ikterus yang tidak wajar (abnormal) dan juga ikterus fisiologik / yang memang atau umum terjadi.

Ikterus fisiologik dapat kita ketahui jika tanda-tandanya juga kita kenali, apa saja?
  1. Ikterus muncul setelah usia 24 jam
  2. Peningkatan bilirubin tidak lebih dari 6 mg/dL dalam 24 jam
  3. Mencapai kadar puncak pada hari ke-3 sampai hari ke-5 (bayi kurang bulan: kadar puncak pada hari ke-4 hingga hari ke-7) dan kadar maksimal tidak lebih dari 15 mg/dL
  4. Menghilang pada hari ke-7, sedangkan pada bayi yang kurang bulan akan menghilang pada hari ke-14.

Untuk penyebab dari ikterus fisiologik ini ada dua. Karena produksi bilirubin meningkat dan karena ekskresi bilirubin menurun. Mengapa produksi bilirubin dapat meningkat? Karena :
  1. Konsentrasi Hb tinggi saat lahir dan menurun cepat selama beberapa hari pertama kehidupan
  2. Umur sel darah merah pada bayi baru lahir lebih pendek

Dan kenapa ekskresi bilirubin bisa menurun? Hal ini karena:
  1. Ambilan pada sel hati menurun
  2. Konjugasi di hati menurun karena imaturitas enzim-enzim hati
  3. Sirkulasi enterohepatik meningkat

Sedangkan untuk ikterus patologik, tanda-tandanya dapat kita kenali jika,
  1. Ikterus muncul pada 24 jam pertama
  2. Peningkatan bilirubin ?5 mg/dL per 24 jam
  3. Ikterus menetap setelah hari ke-7 (aterm) atau setelah hari ke-14 (prematur)
  4. Kadar bilirubin total > 15 mg/dL

Ikterus ini bisa ditangani oleh tenaga medis, sehingga anda harus memeriksakan bayi anda ke rumah sakit. Tidak perlu terlalu khawatir sehingga anda menjadi tidak bisa berfikir jernih. Dengarkan nasihan bidan saat anda melakukan konseling sehingga hal-hal ini dapat dicegah.

Sabtu, 18 Februari 2017

Penyelidikan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa

Wabah. Apa itu wabah? Wabah adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi dari pada keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka.

Kapan dikatakan melebihi keadaan yang lazim? Daat satu kasus tunggal dari penyakit menular yang lama tidak ditemukan, atau adanya penyakit baru yang belum diketahui sebelumnya di suatu daerah memerlukan laporan cepat disertai dengan penyelidikan epidemiologis.

Penyebab utama KLB (Kejadian Luar Biasa) di Indonesia adalah diare, campak, dan Demam Berdarah Dangue (DBD). Daerah resiko tinggi KLB penyakit tertentu dapat diidentifikasi, ditetapkan prioritasnya dan disusun rancangan penanggulangan KLB berkelanjutan dalam suatu program penanggulangan KLB.

Suatu kondisi dapat dikatakan KLB jika,
  1. Timbulnya suatu penyakit menular yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal.
  2. Peningkatan kejadian penyakit/kematian terus-terusan selama 3 kurun waktu berturut-turut menurut jenis penyakitnya (jam, hari, minggu).
  3. Peningkatan kejadian penyakit/kematian 2 kali lipat atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya (jam, hari, minggu, bulan, tahun).
  4. Jumlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih bila dibandingkan dengan angka rata-rata perbulan dalam tahun sebelumnya.

Agar KLB penyakit tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat maka diberlakukanlah tujuan program penanggulangan KLB dengan berbagai tujuan khusus, diantaranya:
  1. Menurunnya frekuensi KLB.
  2. Menurunnya jumlah kasus pada setiap KLB.
  3. Menurunnya jumlah kematian pada setiap KLB.
  4. Memendeknya periode KLB.
  5. Menyempitnya penyebarluasan wilayah KLB.

Sehingga pemerintahpun melakukan dan membentuk langkah penyelidikan KLB atau disebut juga dengan investigasi wabah. Bagaimana langkah-langkahnya?
  1. Verifikasi diagnosis
  2. Tampilkan epidemiologi deskriptip
  3. Rumuskan hipotesis
  4. Rancang studi epidemiologi untuk menguji hipotesis
  5. Analisis dan interpretasi data
  6. Lakukan tindakan penanggulangan dan upaya pencegahan
  7. Buat laporan lengkap/komunikasikan hasil investigasi/penyelidikan

Setelah selesai tahap akhir adalah melaporkan penyelidikan KLB, saat melaporkan hasil penyelidikan KLB harus sesuai dengan format pelaporan yaitu :
  1. Pendahuluan yang berisi sumber informasi adanya KLB, dampak KLB terhadap kesehatan masyarakat, gambaran endemisitas penyakit penyebab KLB dan besar masalah KLB tersebut pada waktu sebelumnya.
  2. Tujuan penyelidikan KLB yang menjelaskan kepastian adanya KLB dan penegakan etiologi KLB serta besarnya masalah KLB pada saat penyelidikan dilakukan.
  3. Metode penyelidikan KLB yaitu menjelaskan secara sistematis populasi dan sampel, cara mengumpulkan dan mengolah data serta cara melaksanakan analisis.
  4. Hasil penyelidikan KLB yaitu hasil dari memastikan adanya KLB yang telah dibandingkan dengan kriteria KLB, gambaran-gambaran klinis dan distribusi gejala diantara kasus-kasus yang dicurigai, dan hasil pemeriksaan laboratorium. Disertakan juga kurva epideminya
  5. Pembahasan yang membahas kondisi KLB saat penyelidikan dilakukan, kemungkinan peningkatan kasus, penyebaran KLB, dan kemungkinan berakhirnya KLB.
  6. Kesimpuan
  7. Rekomendasi tentang perlunya penyelidikan KLB lebih lanjut dalam bidang tertentu, rekomendasi untuk kemajuan suatu program, rekomendasi perlunya bantuan Tim penanggulangan KLB provinsi, dan sebagainya.

Selasa, 31 Januari 2017

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang tentu banyak sekali, mulai dari dalam tubuh bayi sendiri maupun dari lingkungan luar. Dalam mengawasi tumbuh kembang bayi, bukan hanya orang tua saja yang harus andil, namun juga peran bidan sangat dibutuhkan sebagai konselor dan pengamat serta pembimbing.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang antara lain :
  1. Faktor herediter
  2. Faktor lingkungan
  3. nutrisi
  4. Lingkungan dan budaya
  5. Status sosial dan ekonomi keluarga
  6. Iklim dan cuaca
  7. Olahraga atau latihan fisik
  8. Posisi anak dalam keluarga
  9. Status kesehatan
  10. Faktor hormonal
Nah, sekarang kita akan bahas satu persatu dimulai dari faktor herediter..!!

1.Faktor herediter
Merupakan faktor pertumbuhan yang dapat diturunkan yaitu suku, ras, dan jenis kelamin. Nah jenis kelamin ini tentu saja ditentukan sejak janin berada dalam kandungan. Anak laki-laki setelah lahir cenderung lebih besar dan lebih tinggi daripada anak perempuan.

Untuk ras dan suku sendiri misalnya, bangsa asia memiliki tubuh yang lebih pendek daripada bangsa eropa. Misalnya juga orang asia khas dengan warna kulit mereka yang sawo matang sedangkan bangsa eropa ada yang putih sampai hitam atau berwarna gelap.

2.Faktor lingkungan
Dari dalam tubuh ibu sendiri saat bayi masih berada dalam kandungan, banyak yang dapat mempengaruhi seperti asupan gizi, radiasi dan penyakit-penyakit yang diderita ibu seperti penyakit menular seksual dan toxoplasmosis.

3.Nutrisi
Nutrisi menjadi salah satu faktor yang berperan penting dalam proses tumbuh kembang anak, karena asupan gizi yang berlebihan akan berdampak buruk pada anak karena akan terjadi penumpukan kadar lemak yang berlebihan pada jaringan/sel dan bahkan pada pembuluh darah.

Jadi memberikan gizi yang baik untuk anak bukan hanya dari banyaknya makanan yang diberikan sehingga anak tidak mudah lapar, namun harus diketahui juga kebutuhan anak kita seberapa agar mudah menentukan seberapa banyak gizi yang mereka butuhkan.

Selain kelebihan gizi, tentu seorang anak tidak jarang yang mengalami kekurangam gizi. Dan hal ini disebabkan oleh banyak faktor juga seperti asupan nutrisi yang jarang, istirahat anak yang kurang, atau juga jika anak sakit atau kondisinya tidak fit dan juga jika anak stres.

4.Faktor LIngkungan Budaya
Budaya keluarga atau masyarakat akan mempengaruhi bagaimana mereka memahami kesehatan dan perilaku hidup sehat. Pola perilaku ibu saat hamil juga dipengaruhi oleh budaya setempat. Misalnya, larangan untuk makan makanan tertentu padahal gizi pada makanan tersebut sangat baik untuk pertumbuhan janin.

5.Faktor status sosial dan ekonomi Anak yang dibesarakan dikeluarga dengan ekonomi tinggi tentu gizinya akan jauh lebih terpenuhi daripada anak yang dibesarkan oleh kelurga yang ekonominya cenderung rendah atau kurang mampu.

6.Iklim atau cuaca
Iklim tertentu akan mempengaruhi status kesehatan anak, misalnya musim hujan akan menimbulkan banjir sehingga transportasi akan sulit dan makanan akan susah di dapatkan. Lalu timbullah penyakit menular dan penyakit kulit yang dapat menyerang bayi dan anak-anak.

7.Olahraga atau Latihan Fisik
Manfaat olahraga atau latihan fisik yang teratur akan meningkatkan sirkulasi darah, suplai oksigen seluruh tubuh juga meningkat, aktivitas fisik meningkat sehingga menstimulasi perkembangan otot dan jaringan sel.

8.Posisi Anak dalam Keluarga
Posisi anak yang saya maksudkan disini adalah apakah anak ibu atau bapak adalah anak tunggal, anak sulung, anak tengah atau juga anak bungsu. Karena hal tersebut tentu saja dapat mempengaruhi pola perkembangan anak, dalam hal asuhan dan didikan dalam keluarga.

9.Status Kesehatan
Apabila seorang anak dalam kondisi sedang sehat dan sejahtera, maka kecepatan pertumbuhannya dan perkembangannya tentu akan lebih mudah dibandingkan dengan anak yang sedang dalam kondisi tidak sehat atau sakit.

10.faktor hormonal
Dalam faktor hormonal ini, yang berperan ada 3 yaitu : somatotropin, tiroid, dan glukokortiroid. Hormon-hormon tersebut mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan, metabolisme tubuh.

Sabtu, 21 Januari 2017

Kehamilanku Melebihi Tafsiran Persalinan, Berbahaya Kah?

Dewasa ini, sudah banyak masyarakat yang mengerti jika melahirkan kurang bulan (prematur) adalah proses melahirkan yang gawat. Hal ini dikarenakan kondisi organ bayi belum matang sehingga kemungkinan besar bayi belum siap untuk hidup di luar kandungan.

Namun, tahukan anda jika kehamilan lebih dari taksiran persalinan atau biasa disebut dengan kehamilan postmatur (serotinus) juga sangat berbahaya. Namun terkadang karena kondisi ibu yang terlihat baik-baik saja atau bisa dibilang tidak ada keluhan membuat masyarakat menyepelekan kehamilan ini.

Padahal kehamilan ini (kehamilan serotinus), sangatlah berbahaya, terutama bagi janin yang sedang di kandung oleh ibu. Mengapa demikian? Nah sekarang akan saya bahas apa itu kehamilan lebih bulan, mengapa bisa terjadi? Dan apa saja dampak buruk bagi bayi dan ibu.

Kehamilan lebih bulan adalah kehamilan yang berlangsung lebih dari 40 minggu. Namun akan dikatakan kehamilan serotinus jika kehamilan lebih dari 42 minggu terhitung dari HPHT. Bisa juga pemeriksaan usia kehamilan dengan USG, nah jika dengan USG maka hasil akan lebih akurat.

Kehamilan lebih bulan (serotinus) ini tentu saja bukan terjadi karena keinginan dari ibu sendiri atau siapapun, karena kehamilan lebih bulan (serotinus) dapat dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu progesteron, oksitosin, kortisol, syaraf uterus, dan faktor herediter.

1.pengaruh progesteron
Pengaruh progesteron dalam kehamilan merupakan kejadian perubahan endokrin yang penting dalam memacu proses biomolekular pada persalinan dan meningkatkan sensitivitas terhadap oksitosin, sehingga kehamilan lebih bulan ini karena masih berlangsungnya pengaruh progesteron dalam tubuh.

2. Teori oksitosin
Untuk terori oksitosin sendiri adalah wanita hamil yang kurang pelepasan oksitosin dari neurohipofisis pada kehamilan lanjut diduga sebagai salah satu penyebab dari kehamilan lebih bulan ini.

3. Teori kortisol (ACTH)
Kortisol janin akan mempengaruhi plasenta sehingga produk progesteron berkurang dan memperbesar sekresi estrogen, selanjutnya akan mempengaruhi peningkatan produksi prostaglandin pada janin yang mengalami cacat bawaan seperti anensefalus, hipoplasia adrenal janin dan tidak adanya kelenjar hipofisis.

4.Saraf uterus
Tekanan pada ganglion servikalis dari fleksus frankenhauser akan membangkitkan kontraksi uterus, pada keadaan dimana tidak ada tekanan pada pleksus ini seperti pada kelaianan letak, tali pusat pendek, semua hal tersebut dapat diduga sebagai penyebab terjadinya kehamilan serotinus.

5.Herediter
Untuk faktor herediter ini ya, setahu saya banyak dari penulis yang menyatakan bahwa seorang ibu yang mengalami kehamilan serotinus, mempunyai kecendrungan untuk melahirkan lewat bulan pada kehamilan berikutnya. Dengan kata lain memiliki riwayat kehamilan serotinus.

Saat akan menentukan apakah kehamilan sudah cukup, kurang atau bahkan lebih, maka dilakukan pemeriksaan dan penghitungan dengan cara menghitung tafsiran persalinan melalui data HPHT yang ada. Dari DJJ yang dirasakan ibu, tinggi fundus uteri, pemeriksaan USG, radiologi dan pemeriksaan laboratorium.

Jika kehamilan serotinus ini terjadi, tentu saja banyak komplikasi yang akan terjadi. Komplikasi nya bisa berdampak kepada ibu dan juga janinnya. Untuk dampak terhadap ibu seperti terjadinya distosia karena janin yang besar, persalinan akan berlangsung lama, robekan pada jalan lahir, dan perdarahan.

Sedangkan terhadap janin, plasenta tidak akan sanggup memberikan nutrisi seperti awal lagi dan tidak mampu melakukan pertukaran oksigen sehingga menyebabkan atau janin akan beresiko asfiksia, hipoksia, hopovolemia, asidosis, hipoglikemia, hingga kematian dalam rahim.

Jumat, 20 Januari 2017

Apa Sih Prolaps Tali Pusat Itu?

Prolaps tali pusat adalah kondisi dimana tali pusat berada di depan jalan lahir saat ketuban sudah pecah dan kepala janin belum keluar. Kondisi ini adalah salah satu kasus kegawatdaduratan dalam persalinan karena banyak sekali insiden seperti ini yang menyebabkan kematian perinatal.

Prolaps tali pusat ini sering terjadi terutama pada ibu yang sudah pernah melahirkan sebelumnya, kemudian pada ibu yang akan melahirkan prematur yaitu jika usia kehamilan kurang dari 37 minggu (9 bulan), ibu yang mengalami hidramnion (air ketuban yang melebihi normal),

Dan juga pada bayi yang mengalami malpresentasi yaitu bagian kepala janin yang berada di segmen bawah rahim bukanlah bagian belakang kepala. selain itu pada ibu yang hamil dengan janin kembar juga beresiko. Bisa juga jika ketuban belum pecah, kemudian bidan melakukan pemecahan ketuban secara sengaja hal itu dapat memicu prolaps tali pusat

Prolaps tali pusat ini ada pembagiannya, yaitu tali pusat menumbung dan tali pusat terdepan. Tali pusat menumbung adalah jika tali pusat teraba keluar atau berada di samping dan melewati bagian terendah janin di dalam jalan lahir.

Sedangkan tali pusat terdepan adalah jika tali pusat berada di samping bagian besar janin dapat teraba pada kanalis servikalis, atau lebih rendah dari bagian bawah janin sedang ketuban masih belum pecah.

Jika bidan menemukan kasus ini, maka harus di kaji terlebih dahulu apakah tali pusat masih berdenyut atau tidak. Jika tali pusat tidak berdenyut berarti janin sudah mati, dan dalam hal ini akan diupayakan melahirkan secara normal yaitu melalui jalan lahir ibu (pervaginam)

Jika tali pusat masih berdenyut maka beri oksigen untuk ibu, posisikan ibu dengan knee-chest atau trendelenberg, dorong bagian terbawah janin ke arah atas untuk mengurangi tekanan pada tali pusat, yang terakhir rujuk ibu dengan posisi berbaring saat dirujuk adalah miring ke kiri.

Karena kasus ini dapat menyebabkan kematian janin karena kurang nya oksigen ke janin sehingga bidan sangat memerlukan rujukan untuk pasien dengan prolaps tali pusat. Tidak sedikit juga bidan yang lupa tentang prolaps tali pusat sehingga saat pemeriksaan dalam tidak begitu memperhatikan tanda-tanda nya.

Kamis, 19 Januari 2017

Imunisasi Ooh Imunisasi

Imunisasi adalah suatu upaya yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk memberikan kekebalan yang spesifik kepada bayi dan anak balita terhadap penyakit tertentu, dan bila sakit tidak akan menjadi lebih berat atau tidak menimbulkan kecacatan serta bila sakit tidak menyebabkan kematian.

Sebelum masuk lebih jauh, saya akan mengenalkan istilah-istilah yang ada dalam ilmu imunisasi.
1.imunologi : cabang ilmu yang mempelajari tentang kekebalan
2.Toksin : racun kuman yang disebut antigen
3.Antitoksin : suatu zat antiracun yang disintetsis dari kuman
4.Antibodi : suatu zat antigen yang dibentuk oleh tubuh
5.Reaksi antigen-antibodi : reaksi tubuh bila ada antigen (kuman, bakteria, virus, parasit, toksin) memasuki tubuh, maka tubuh akan berusaha untuk menolaknya dengan cara membentuk zat penolak berupa antibodi atau antitoksin.

Tempat-tempat untuk membentuk antibodi di dalam tubuh manusia terdapat dibeberapa tempat yaitu :
  1. Hati
  2. limfa
  3. Kelenjar getah bening
  4. Tonsil

Kemudian kita akan membahas tentang vaksin, karena jika membahas imunisasi tentu saja vaksin menjadi bagian di dalamnya. Langsung saja.

Vaksin adalah suatu bahan yang terbuat dari kuman, komponen kuman (protein) atau racun kuman yang telah dilemahkan atau dimatikan.

Pada dasarnya vaksin dibuat dari kuman yang telah di lemahkan atau dimatikan, zat racun kuman (toksin) yang telah dilemahkan, atau juga dari bagian kuman tertentu/komponen kuman yang biasanya berupa protein khusus.

Contoh :
  1. Vaksin yang terbuat dari kuman yang dimatikan (vaksin pertusis, vaksin polio, vaksin polio jenis salk.
  2. Vaksin yang terbuat dari kuman hidup yang dilemahkan (vaksin BCG, vaksin polio jenis sabin, vaksin campak).
  3. Vaksin yang dibuat dari racun/toksin kuman yang dilemahkan atau biasa disebut toksoid (TT dan difteri toksoid (DT))
  4. Vaksin yang terbuat dari protein khusus kuman (vaksin hepatitis B)

Karena vaksin ini bisa rusak, sehingga vaksin harus ditempatkan ditempat yang pas. Yang dapat menimbulkan kerusakan vaksin adalah panas dan sinar matahari ini dapat merusak semua jenis vaksin, kemudian pembekuan juga dapat merusak sebagian vaksin khususnya yang terbuat dari bakteri yang mati dan toksoid seperti DPT, TT, dan DT.
Desinfektan/antiseptik seperti alkohol, formalin, dan spiritus juga dapat merusak vaksin, dan diduga deterjen (sabun) juga dapat merusak vaksin. Maka dari itu, saat akan mengimunisasi bayi, deerah suntikan akan dibersihkan oleh kapan DTT bukan kapas alkohol.

Imunisasi ini juga banyak jenisnya, ada yang aktif dan juga pasif. Dan yang aktif sendiri ada yang aktif buatan dan aktif alami, begitu pula imunisasi pasif, ada yang pasif alami dan ada juga yang pasif buatan atau didapat.

Di Indoneisa vaksinasi/imunisasi yang dilaksanakan terdiri dari imunisasi wajib yang meliputi BCG, DPT, Polio, Campak, dan Hepatitis B. Dilanjutkan dengan imunisasi wajib anjuran yatu MMR, demam tifoid, meningitis haemophilus, hepatitis A, cacar air (Varisela), dan rabies.

Yang terakhir ada imunisasi masa depan yang meliputi Diare, malaria, DHF, saluran nafas oleh virus, pneumococcus, PMS (AIDS), lepra, antraks, dan sitomegalovirus.

Rabu, 18 Januari 2017

Kapan Saya Harus Mengimunisasi Anak Saya?

Imunisasi adalah suatu upaya yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk memberikan kekebalan yang spesifik kepada bayi dan anak balita terhadap penyakit tertentu, dan bila sakit tidak akan menjadi lebih berat atau tidak menimbulkan kecacatan serta bila sakit tidak menyebabkan kematian.

Tujuan pemerintah dalam program imunisasi adalah :
  1. bayi usia 0-11 bulan sudah mendapat imunisasi BCG, DPT, Polio, Campak, dan hepatitis B
  2. Ibu hamil vaksinasi TT
  3. Wanita usia 15-35 tahun vaksinasi TT
  4. Murid SD kelas 1 vaksinasi DT
  5. Murid SD kelas 6 vaksinasi TT
Sasaran untuk imunisasi adalah bayi usia 0-11 bulan, pada usia <18 bulan sudah harus mendapatkan imunisasi lengkap (Hepatitis B, BCG, polio, DPT, dan campak). Agar anak bisa diimunisasi dengan lengkap dan tepat waktu, ibu juga harus mengetahui jadwal-jadwal untuk imunisasi. Jangan malas untuk membawa anak ke posyandu, dan jangan segan bertanya kepada bidan jika ada yang tidak dimengerti atau jika ibu khawatir kepada anak ibu.

Untuk imunisasi wajib, pemberian nya berbeda-beda, untuk mempermudah ibu memahami akan saya jelaskan seperti ini :
  • Saat anak baru lahir akan diberikan imunisasi hepatitis B,
  • Saat anak berusia 1 bulan diberikan BCG dan Polio 1,
  • Saat anak berusia 2 bulan diberikan DPT 1 dan polio 2,
  • Saat anak berusia 3 bulan diberikan DPT 2 dan Polio 3,
  • Saat anak berusia 4 bulan diberikan DPT 3 dan polio 4,
  • Saat anak berusia 9 bulan diberikan imunisasi Campak.

Jika usia anak belum masuk kriteria usia yang harus diimunisasi maka jangan diberikan, namun jika lebih beberapa hari atau minggu tetap boleh diberikan.

Kemudian untuk imunisasi yang wajib bagi ibu hamil adalah imunisasi TT, yaitu diberikan sebanyak 2 kali, pertama saat sebelum menikah 1x dan setelah hamil akan diberikan 1x lagi, jarak antara imunisasi 1 dengan imunisasi lainnya haruslah 4 minggu.

Naahh,,, lanjut lagi untuk imunisasi si kecil, pada saat anak kelas 1 SD jika sudah mendapat imunisasi DPT 3 kali, maka akan diberikan imunisasi DT 1X. Apabila belum pernah mendapatkan imunisasi DPT, atau pernah tetapi tidak lengkap, atau meragukan, akan diberikan DT 2x dengan jarak 4 minggu.

Dan khusus untuk anak perempuan kelas 6 SD, apabila pernah mendapatkan imunisasi DPT atau DT maka akan diberikan imunisasi TT 1x. Apabila belum pernah mendapat imunisasi DPT/DT, atau pernah tetapi tidak lengkap, atau meragukan maka akan diberikan TT 2x dengan jarak minimal 4 minggu.

Minggu, 15 Januari 2017

Imunisasi Yuk

Imunisasi adalah suatu upaya yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk memberikan kekebalan yang spesifik kepada bayi dan anak balita terhadap penyakit tertentu, dan bila sakit tidak akan menjadi lebih berat atau tidak menimbulkan kecacatan serta bila sakit tidak menyebabkan kematian.

Sebelum masuk lebih jauh, saya akan mengenalkan istilah-istilah yang ada dalam ilmu imunisasi.
  1. imunologi : cabang ilmu yang mempelajari tentang kekebalan
  2. Toksin : racun kuman yang disebut antigen
  3. Antitoksin : suatu zat antiracun yang disintetsis dari kuman
  4. Antibodi : suatu zat antigen yang dibentuk oleh tubuh
  5. Reaksi antigen-antibodi : reaksi tubuh bila ada antigen (kuman, bakteria, virus, parasit, toksin) memasuki tubuh, maka tubuh akan berusaha untuk menolaknya dengan cara membentuk zat penolak berupa antibodi atau antitoksin.

Tempat-tempat untuk membentuk antibodi di dalam tubuh manusia terdapat di beberapa tempat yaitu :
  1. Hati
  2. limfa
  3. Kelenjar getah bening
  4. Tonsil

Kemudian kita akan membahas tentang vaksin, karena jika membahas imunisasi tentu saja vaksin menjadi bagian di dalamnya. Langsung saja.

Vaksin adalah suatu bahan yang terbuat dari kuman, komponen kuman (protein) atau racun kuman yang telah dilemahkan atau dimatikan.

Pada dasarnya vaksin dibuat dari kuman yang telah di lemahkan atau dimatikan, zat racun kuman (toksin) yang telah dilemahkan, atau juga dari bagian kuman tertentu/komponen kuman yang biasanya berupa protein khusus.

Contoh :
  1. Vaksin yang terbuat dari kuman yang dimatikan (vaksin pertusis, vaksin polio, vaksin polio jenis salk.
  2. Vaksin yang terbuat dari kuman hidup yang dilemahkan (vaksin BCG, vaksin polio jenis sabin, vaksin campak).
  3. Vaksin yang dibuat dari racun/toksin kuman yang dilemahkan atau biasa disebut toksoid (TT dan difteri toksoid (DT))
  4. Vaksin yang terbuat dari protein khusus kuman (vaksin hepatitis B)

Karena vaksin ini bisa rusak, sehingga vaksin harus ditempatkan ditempat yang pas. Yang dapat menimbulkan kerusakan vaksin adalah panas dan sinar matahari ini dapat merusak semua jenis vaksin, kemudian pembekuan juga dapat merusak sebagian vaksin khususnya yang terbuat dari bakteri yang mati dan toksoid seperti DPT, TT, dan DT.

Desinfektan/antiseptik seperti alkohol, formalin, dan spiritus juga dapat merusak vaksin, dan diduga deterjen (sabun) juga dapat merusak vaksin. Maka dari itu, saat akan mengimunisasi bayi, deerah suntikan akan dibersihkan oleh kapas DTT bukan kapas alkohol.

Imunisasi ini juga banyak jenisnya, ada yang aktif dan juga pasif. Dan yang aktif sendiri ada yang aktif buatan dan aktif alami, begitu pula imunisasi pasif, ada yang pasif alami dan ada juga yang pasif buatan atau didapat.

Di Indoneisa vaksinasi/imunisasi yang dilaksanakan terdiri dari imunisasi wajib yang meliputi BCG, DPT, Polio, Campak, dan Hepatitis B. Dilanjutkan dengan imunisasi wajib anjuran yatu MMR, demam tifoid, meningitis haemophilus, hepatitis A, cacar air (Varisela), dan rabies.

Yang terakhir ada imunisasi masa depan yang meliputi Diare, malaria, DHF, saluran nafas oleh virus, pneumococcus, PMS (AIDS), lepra, antraks, dan sitomegalovirus.

Sabtu, 14 Januari 2017

Konsep Dasar Asuhan Ibu Bersalin

Jadi seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yaitu janin dan plasenta atau biasa disebut ari-ari dari rahim melalui jalan lahir ibu ke dunia luar.

Ibu yang melahirkan normal adalah dengan cara melahirkan bayi melalui jalan lahirnya dengan bayi yang berada pada jalan lahir adalah kepala terlebih dahulu serta tidak memakai alat bantuan apapun yang berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam.

Nah, tanda-tanda permulaan persalinan ditandai dengan keluarnya lendir bercampur darah, perut keliatan lebih melebar, perasaan sering atau susah buang air kecil karena kandung kemih tertekan oleh bagian terbawah janin yang mau keluar duluan.

Tanda-tanda persalinan dalam dunia medis dibagi menjadi 2, yaitu tanda sesungguhnya dan tanda semu.tanda sesungguhnya yaitu :
  1. Serviks/mulut rahim menipis dan membuka
  2. Terasa nyeri yang terus meningkat secara teratur
  3. Jarak antara rasa nyeri satu dengan yang lainnya semakin pendek
  4. Waktu dan kekuatan kontraksi/kenceng-kenceng terus meningkat
  5. Nyeri terasa di bagian belakang dan menyebar ke depan
  6. Lendir dan darah yang keluar semakin sering terlihat
  7. Ada penurunan bagian kepala janin
  8. Selagi kontraksi, kepala janin terus turun mencoba untuk keluar
  9. Pemberian obat penenang tidak menghentikam proses persalinan yang sesungguhnya

Sedangkan tanda persalinan semu itu seperti :
  1. Tidak adanya perubahan pada mulut rahim/serviks
  2. Nyeri yang dirasakan ibu tidak teratur
  3. Tidak ada perubahan pada waktu dan kontraksinya
  4. Saat berjalan nyeri tetap terasa sama
  5. Tidak ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi dengan intensitas rasa nyeri
  6. Tidak ada lendir darah yang keluar
  7. Kepala atau bagian janin yang terbawah tidak turun ke jalan lahir
  8. Walaupun ada kontraksi/kenceng-kenceng kepala tetap tidak masuk pintu atas panggul
  9. Jika diberikan obat penenang maka nyerinya akan berhenti.

Persalinan juga tidak sekedar tentang melahirkan bayi saja, namun seorang wanita melahirkan itu melewati tahap-tahap, dimulai dari kala 1, kala 2, kala 3 sampai kala 4.

Kala 1 di definisikan sebagai permulaan kontraksi persalinan sejati, yang ditandai dengan perubahan reviks/mulut rahim tadi secara progresif dan diakhiri dengan pembukaan lengkap (10 cm). Kala 1 ini dibagi menjadi 2 fase, yaitu fase laten dan aktif.

Fase laten dimulai sejak awal kontraksi yang menyebabkan penipisan & pembukaan serviks sampai dengan pembukaan 4 cm. Biasanya, fase ini berlangsung kurang dari 8 jam.

Kemudian fase aktif, persalinan berlangsung ketika pembukaan sudah mencapai 4 cm sampai dengan pembukaan lengkap (10 cm). Kecepatan rata-rata 1 cm/jam untuk yang pertama kali melahirkan dan 1-2 cm/jam untuk yang sudah pernah melahirkan sebelumnya.

Masuk pada kala 2, kala 2 adalah kala pengeluaran terjadi karena kekuatan his dan kekuatan mengedan janin didorong keluar sampai lahir. Kala ini berlangsung 0,5-1,5 jam tergantung ibu sudah pernah melahirkan atau belum.

Kontraksi pada kala 2 ini juga biasanya sangat kuat sehingga kemampuan ibu untuk menggunakan otot-otot abdomen/otot perut.lama kala 2 ini tergantung juga pada ibu apakah sudah pernah melahirkan atau belum. Jika sudah pernah maka berlangsung maksimal 1 jam, dan maksimal 2 jam pada ibu yang pertama kali melahirkan.

Untuk mengetahui apakah ibu sudah memasuki kala 2 adalah dengan melihat tanda-tanda lendir bercampur darah yang keluar semakin banyak, perasaan ingin mengejan seperti ingin buang air besar, anus terbuka, kadang-kadang ketuban pecah spontan.

Kala 3 biasa disebut kala uri atau plasenta terlepas dari rahim dan dilahirkan. Prosesnya biasanya berlangsung antara 6-15 menit dan maksimal 30 menit setelah bayi dilahirkan. Kemudian lanjut kala 4, pada kala 4 ini dilakukan observasi mulai lahirnya plasenta sampai 1 jam, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya perdarahan setelah melahirkan.

Observasi yang dilakukan melihat tingkat kesadaran penderita, seperti pemeriksaan tanda-tanda vital meliputi tekanan darah, nadi, dan pernafasan. Kontraksi uterus juga diobservasi dan dilihat apakah ada perdarahan, jika ada jumlahnya berapa.

Jumat, 13 Januari 2017

Masalah Dalam Pemberian ASI

Saat ini banyak sekali permasalahan pada ibu sehingga tidak menyusui bayinya, mulai dari memang tidak menginginkan bayinya sampai pada masalah kesehatan sang ibu. Ada yang puting susunya lecet dan ada juga yang payudaranya bengkak.

Payudara bengkak

Sekitar hari ketiga atau keempat sesudah ibu melahirkan, payudara sering terasa lebih penuh, tegang, dan terasa nyeri. Hal ini disebabkan oleh adanya statis di vena dan pembuluh darah bening. Dan merupakan tanda bahwa ASI mulai banyak di sekresi.
Untuk mencegah terjadinya payudara bengkak, beberapa cara yang dianjurkan antara lain sebagai berikut :
  1. Susukan bayi segera setelah lahir, apabila keadaan memungkinkan
  2. Susukan bayi tanpa di jadwal (sesuka bayi)
  3. Keluarkan ASI dengan tangan atau pompa bila produksi melebihi kebutuhan bayi
  4. Lakukan perawatan payudara pasca persalinan secara teratur
  5. Keluarkan sedikit ASI sebelum menyusui agar payudara lebih lembek, sehingga puting lebih mudah ditangkap/diisap oleh bayi
  6. Berikan kompres dingin untuk mengurangi rasa sakit pada payudara
  7. Berikan kompres hangat sebelum menyusui untuk memudahkan bayi menghisap puting susu
  8. Lakukan pengurutan payudara yang dimulai dari puting ke arah payudara untuk mengurangi peningkatan peredaran darah dan terjadinya statis di pembuluh darah dan pembuluh getah bening dalam payudara.

Kelainan puting susu

  • puting susu datar
Ketika menyusui puting menjadi lebih tegang dan menonjol karena otot polos puting berkontraksi, meskipun demikian pada keadaan puting datar akan tetap sulit ditangkap/diisap oleh mulut bayi
  • puting susu terpendam (tertarik ke dalam)
Sebagian atau seluruh puting susu tampak terpendam ztau masuk ke dalam areola (tertarik ke dalam)
Hal ini karena ada sesuatu di bawahnya yang menarik puting ke dalam, misalnya tumor atau penyempitan saluran susu. Untuk itu, ibu menyusui dianjurkan untuk mengeluarkan ASI nya dengan manual (tangan) atau pompa kemudian diberikan pada bayi dengan sendok/pipet/gelas.
  • puting susu nyeri dan puting susu lecet
Puting susu nyeri pada ibu menyusui biasanya terjadi karena beberapa sebab sebagai berikut :
  1. Posisi bayi yang salah saat menyusu
  2. Pemakaian sabun, lotion, cream, alkohol dan lain-lain yang dapat mengiritasi puting susu
  3. Bayi dengan tali lidah yang pendek sehingga menyebabkan bayi sulit menghisap sampai areola dan isapan hanya pada putingnya saja
  4. Kurang hati-hati ketika menghentikan mengusu (menghisap)

Konsultasikan kepada bdan jika anda merasa susah dalam menyusui bayi anda atau jika terjadi masalah pada payudara anda agar anda segera mendapatkan perawatan.

Kamis, 12 Januari 2017

Masalah menyusui Pada Bayi

Masalah dalam menyusui bukan hanya dikarenakan oleh ibu saja, namun bisa juga disebabkan oleh si bayi sendiri.

1.Bayi sering menangis

Tangisan bayi dapat dijadikan sebagai cara berkomunikasi antara ibu dan buah hati. Karena itu bila bayi sering menangis perlu dicari tahu sebabnya, dan sebabnya tidak selalu kurang ASI.

2.Bayi bingung puting

Bingung puting terjadi akibat pemberian susu formula dalam botol yang berganti-ganti. Hal ini akibat mekanisme menyusu pada puting susu ibu berbeda dengan mekanisme menyusu pada botol. Menyusu oada ibu memerlukan kerja otot-otot pipi, gusi, langit-langit dan lidah. Sedangkan menyusu pada botol bersifat pasif.

3.Bayi dengan berat lahir < 2500 atau prematur

Bayi kecil, bisa karena prematur atau juga berat bdannya yang terlalu rendah mempunyai masalah menyusui karena refleks mengisapnya masih relatif lemah. Oleh karenanya bayi kecil justru harus cepat dan lebih sering di latih menyusu.

4.Bayi dengan ikterus

Bayi dengan ikterus atau bayi kuning lebih sering terjadi dan lebih berat kasusnya daripada bayi-bayi yang tidak mendapatkan ASI cukup. Warna kuning disebabkan kadar bilirubin yang tinggi dalam darah(hiperbilirubin), yang dapat terlihat pada kulit dan sklera (bagian mata yang berwarna putih).

Nah ibu-ibu, untuk mengatasi agar tidak terjadi hiperbilirubin pada bayi maka:
  1. Segeralah menyusui bayi setelah lahir
  2. Menyusui bayi sesering mungkin tanpa di jadwal
  3. Bayi dengan bibir sumbing
Ibu harus tetap mencoba menyusui bayinya, karena bayi masih bisa menyusu dengan kelainan seperti ini. Keuntungan khusus untuk keadaan ini adalah bahwa menyusu justru dapat melatih kekurangan otot rahang dan lidah, sehingga memperbaiki perkembangan bicara anak. Selain itu menyusu mengurangi kemungkinan terjadinya otitis media, padahal bayi dengan palatoskisis (celah pada langit-langit) mudah terkena radang ini.

6.Bayi kembar

Football position merupakan cara yang baik. Ibu sebaiknya mencoba posisi lainnya secara berganti-ganti. Yang penting susuilah bayi lebih sering dengan waktu penyusuan yang diinginkan masing-masing bayi, umumnya lebih dari 20 menit.

7.Bayi sakit

Bayi sakit dengan indikasi khusus tidak diperbolehkan mendapatkan makanan peroral, tetapi pada saat kondisi bayi sudah memungkinkan maka berikan ASI. Menyusui bukan kontraindikasi pada bayi sakit dengan muntah muntah ataupun diare. Posisi menyusui yang tepat dapat mencegah timbulnya muntah, antara lain dengan posisi duduk. Berikan ASI sedikit tapi sering kemudian sendawakan. Pada saat bayi akan ditidurkan, posisikan tengkurap atau miring kanan untuk mengurangi bayi tersedak karena regurgitasi.

8.Bayi dengan lidah pendek

Bayi dengan lidah pendek dan tebal serta kaku tak elastis, sehingga membatasi gerak lidah dan bayi tidak dapat menjulurkan lidahnya untuk mengurut puting dengan optimal. Oleh karena itu, ibu dapat membantu dengan menahan kedua bibir bayi segera setelah bayi dapat menangkap puting dan areola dengan benar. Kemudian posisi kedua bibir bayi dipertahankan agar tidak berubah-ubah.

9.Bayi yang memerlukan perawatan

Pada saat bayi sakit dan memerlukan perawatan, padahal bayi masih menyusu, sebaiknya ibu tetap merawat dan memberikan ASI. Apabila tidak terdapat fasilitas, maka ibu dapat memerah ASI dan menyimpannya. Cara penyimpanan ASI perah juga perlu diperhatikan, agar tidak mudah basi.

Rabu, 11 Januari 2017

Cara Menyusui Dengan Puting Susu yang Bermasalah

Tentu selama menyusui tidak selalu hal-hal baik yang datang, bisa juga karena salahnya cara ibu dalam menyusui bayi, karena posisi atau karena ketidaktahuan ibu dalam menyusui menimbulkan masalah pada ibu dan bayi seperti puting menjadi lecet.

Posisi menyusui yang kurang tepat itu adalah :

1.Kepala bayi terletak di siku sehingga bayi menunduk
2.Bayi datang dari arah atas
3.Badan bayi tidak menghadap ke badan ibu
4.Kepala bayi menoleh sehingga leher bayi terputar
5.Badan ibu condong ke depan
6.Hanya bahu yang di topang oleh tangan ibu

Kebanyak ibu tidak mau menyusui bayinya karena terasa nyeri dan karena tidak menyusui otomatis ASI akan terus berada di dalam payudara yang mengakibatkan terjadinya bendungan ASI yang malah tambah menambah masalah pada ibu dan bayi.

Memang pada dasarnya teknik menyusui pada ibu dengan payudara lecet sama dengan ibu yang memiliki payudara normal. Hanya saja pada ibu dengan puting lecet lebih memerlukan perhatian khusus untuk menyembuhkan luka nyeri agar tetap dapat memberikan ASI. Meskipun nyeri, pemberian ASI harus tetap dilakukan. Namun, ibu tetap mendapatkan pengobatan berupa saleb antibiotik untuk mengobati luka lecet yang sedang dialami.

Ada juga ibu yang tidak menyusui bayinya di karenakan puting susunya yang tidak menonjol sehingga ASI kerap tidak mau keluar, nah pada puting susu yang tidak menonjol sebaiknya perawatannya dilakukan sejak kehamilan sudah memasuki bulan ke 7. Namun jika puting susu masih belum menonjol maka cara pemberian ASI sebaiknya dilakukan dengan menggunakan pompa secara teratur. Penggunaan pompa dapat membuat puting perlahan menonjol sehingga dapat mempermudah hisapan bayi.

Tahukah ibu bahwa perlekatan yang baik adalah kunci sukses menyusui.

Tanda-tanda Posisi dan perlekatan yang benar adalah sebagai berikut :

1.Seluruh tubuh bayi menghadap ke tubuh ibu
2.Telinga bayi berada pada garis lurus dengan leher dan lengan, dagu bayi menempel pada payudara ibu, dagu bayi menempel pada dada ibu di dasar payudara.
3.Kepala bayi datang dari bawah mendongak, kepala bayi di pertengahan lengan jauh dari siku ibu.
4.Areola bagian atas terlihat lebih banyak, mulut bayi terbuka lebar, bibir bawah bayi terputar keluar, dagu bayi menempel di payudara.

Tanda-tanda posisi dan perlekatan yang salah adalah sebagai berikut :

1.Kepala bayi datang dari atas menunduk
2.Kepala bayi terletak di siku
3.Tidak seluruh tubuh bayi menghadap ke tubuh ibu
4.Tubuh bayi jauh dari tubuh ibu
5.Dagu bayi menempel pada payudara bayi
6.Dada bayi tidak menempel pada dada ibu
7.Areola bagian atas terlihat lebih sedikit
8.Mulut bayi tidak terbuka lebar “mencucu”
9.Dagu bayi jauh dari payudara

Selasa, 10 Januari 2017

Bagaimana Cara Menyusui Bayi Kembar yang Benar?

Posisi ibu yang menyusui bnyak sekali macamnya, ibu yang bersalin normal dengan yang melahirkan dengan cara operasi tentu berbeda. Nah, mau tahu caranya? Yuk saya jelaskan.

Posisi menyusui ibu bersalin normal

Ibu yang melahirkan secara spontan/normal lebih leluasa dalam memilih posisi menyusui, sambil duduk atau berbaring menyamping. Jika posisi duduk yang dipilih :
  1. Gunakan kursi yang nyaman
  2. Upayakan telapak kaki menginjak lantai
  3. Gunakan dingklik (bangku kecil) sebagai pengganjal bila posisi kaki agak menggantung

Posisi menyusui ibu bersalin dengan operasi seksio caesaria

Football position adalah posisi menyusui yang disarankan untuk ibu yang melahirkan melalui persalinan SC. Pada posisi ini :
  1. Tubuh bayi digendong dengan salah satu tangan ibu
  2. Upayakan letak kepala bayi berada tepat di bawah payudara dan membentuk garis lurus dengan badan bayi
  3. Posisi ini aman karena bawah perut ibu yang masih nyeri akibat operasi dapat terlindungi
  4. Posisi ini merupakan posisi yang paling nyaman bagi ibu maupun bayinya

Posisi menyusui ibu dengan bayi kembar

Sama dengan ibu yang melahirkan melalui persalinan SC, football position juga tepat untuk bayi kembar, dimana kedua bayi disusui bersamaan kiri dan kanan, dengan cara :
  1. kedua tangan ibu memeluk masing-masing kepala bayi, seperi memegang bola
  2. Letakkan tepat di bawah payudara ibu
  3. Posisi kaki bayi boleh dibiarkan menjuntai keluar
  4. Untuk memudahkan, kepala bayi diletakkan pada satu bidang datar yang memiliki ketinggian kurang lebih sepinggang ibu.
  5. Dengan demikian ibu cukup menopang kepala kedua bayi kembarnya saja
  6. Cara lain adalah dengan meletakkan bantal diatas pangkuan ibu

Posisi menyusui ibu dengan ASI berlimpah

Pada ibu-ibu yang memiliki ASI berlimpah dan memancar (penuh) dan alirannya deras, terdapat posisi khusus untuk menghindari agar bayi tidak tersedak, dengan cara:
  1. Ibu tidur terlentang lurus, sementara bayi diletakkan diatas perut ibu dalam posisi berbaring lurus dengan kepala menghadap ke payudara, atau
  2. Bayi ditengkurapkan diatas dada ibu, tangan ibu sedikit menahan kepala bayi. Dengan posisi ini, maka bayi tidak akan tersedak.

Kemudian bagaimana ciri-ciri bayi yang sudah meyusu dengan benar?

  1. Bayi tampak tenang
  2. Badan bayi menempel pada perut ibu
  3. Dagu bayi menempel pada perut dan payudara ibu
  4. Mulut bayi terbuka cukup lebar
  5. Bibir bawah bayi juga terbuka lebar
  6. Areola yang kelihatan lebih luas di bagian atas daripada di bagian bawah mulut bayi
  7. Bayi ketika menghisap ASI cukup dalam menghisapnya, lembut dan tidak ada bunyi
  8. Puting susu tidak terasa nyeri
  9. Kepala dan badan bayi berada pada garis lurus
  10. Kepala bayi agak menengadah

Senin, 09 Januari 2017

17 Asuhan Bidan Kepada Ibu Selama Persalinan

Bidan dalam menolong persalinan harus melakukan beberapa asuhan kepada ibu yang mencerminkan sayang ibu selama persalinan. Asuhan tersebut yaitu :

  1. Memberikan dukungan emosional
  2. Membantu pengaturan posisi
  3. Memberikan cairan & nutrisi
  4. Keleluasaan untuk ke kamar mandi secara teratur
  5. Pencegahan infeksi
  6. Dukung dan anjurkan suami dan anggota keluarga lain untuk mendampingi ibu selama persalinan& kelahiran, anjurkan mereka untuk berperan aktif dalam mendukung dan mengenali langkah-langkah yang mungkin akan sangat membantu kenyamanan ibu.
  7. Hargai keinginan ibu untuk didampingi oleh teman/saudara yang khusus
  8. Anjurkan ibu untuk mencoba posisi-posisi yang nyaman selama persalinan dan kelahiran
  9. Anjurkan suami & pendamping lainnya untuk membantu ibu berganti posisi. Ibu boleh berjalan, berdiri, duduk, jongkok, beraring miring/merangkak. Posisi tegak (berjalan, berdiri/jongkok dapat membantu turunnya kepala bayi dan mempersingkat waktu persalinan.
  10. Jangan membuat ibu dalam posisi terlentang, beritahu agar tidak mengambil posisi tersebut karena dapat menghalangi sirkusi darah ibu ke janin
  11. Anjurkan ibu untuk mendapatkan asupan (makanan & minuman) selama persalinan dan kelahiran bayi
  12. Anjurkan anggota keluarga menawarkan ibu minum sesering mungkin & makanan ringan selama persalinan
  13. Anjurkan ibu untuk mengosongkan kandung kemihnya secara rutin selama persalinan yaitu paling sedikit 2 jam sekali atau boleh lebih sering lagi jika memang ada keinginan untuk berkemih atau jika kandung kemih terasa penuh
  14. Periksa kandung kemih pada saat akan memeriksa denyut jantung janin
  15. Anjurkan ibu untuk buang air besar jika perlu
  16. Anjurkan ibu untuk mandi pada awal persalinan & pastikan memakai pakaian yang bersih
  17. Mencuci tangan sesering mungkin

Minggu, 08 Januari 2017

Berbahayakah Jika Hamil saat Menderita Diabetes Mellitus?

Sebelumnya, kita harus tau dulu ya bunda apa itu diabetes, jadi diabetes/biasa dikenal dengan sebutan kencing manis ini adalah penyakit kelainan metabolisme dimana tubuh kita tidak bisa secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) yang ada di dalam darah.

Para penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup sehingga terjadi kelebihan gula dalam tubuh.

Untuk mengetahui apakah kita terkena diabetes atau tidak, bisa dilihat dari gejal-gejala yang umumnya sering terjadi seperti sering kencing di malam hari, selalu merasa haus, selalu merasa lapar, selalu merasa lelah atau kekurangan energi, penglihatan menjadi kabur dan terjadi infeksi di kulit.

Nah, jika bunda merasakan gejala-gejala tersebut, segera periksakan diri bunda ke pelayanan kesehatan terdekat. Memang gejala-gejala tersebut belum tentu juga menandakan para bunda dan keluarga menderita diabetes, sehingga nanti akan dibuktikan dengan beberapa pemeriksaan pada air kencing bunda dan pemeriksaan lainnya.

Sekarang ini masyarakat kelas menengah ke atas sudah banyak sekali yang sadar akan kesehatan dan memeriksakan kesehatan secara rutin terutama di daerah perkotaan, namun masyarakat menengah ke bawah masih enggan melakukan pemeriksaan ke pelayanan kesehatan jika tidak sakit parah yang mengganggu pekerjaan aktivitas mereka.

Padahal mengetahui penyakit secara dini sangatlah penting, juga dapat membantu kita dalam meminimalisir biaya pengobatan sebelum penyakit menjadi parah dan susah untuk diobati.
Lanjut lagi untuk penjelasan diabetes ya.

Nah sekarang saya akan membahas pengaruh diabetes sendiri pada kehamilan para bunda. Jika bunda yang sedang hamil menderita diabetes, bunda akan memiliki banyak sekali resiko yang membahayakan kehamilan bunda.

Resiko yang disebabkan oleh diabetes ini kepada bunda yang sedang hamil seperti :
  1. Pre eklampsia
  2. Persalinan prematur
  3. Cairan ketuban berlebihan (hidramnion)
  4. Infeksi saluran kemih
  5. Infeksi vagina berupa keputihan karena jamur yang berulang.

Kemudian dapat juga beresiko terhadap janin yang sedang bunda kandung, seperti :
  1. Pertumbuhan janin dapat menurun/terhambat
  2. Janin dalam kandungan bunda akan menjadi leih besar daripada janin pada umumnya, sehingga saat melahirkan tidak bisa dilahirkan secara normal karena besarnya bayi
  3. Cacat bawaan juga kemungkinan tinggi bisa terjadi
  4. Kadar bilirubin dalam tubuh bayi meningkat
  5. Saat dilahirkan akan mengalami gangguan nafas
  6. Kelaianan pada jantung
  7. Gangguan psikologis saat bayi sudah besar nanti
  8. Sampai berakibat pada kematian janin setelah dilahirkan karena darahnya kekurangan oksigen dan meningkatnya asam laktat dalam tubuh si bayi.

Nah, sekarang bunda tahu kan bahwa diabetes ini sangatlah berbahaya untuk kehamilan. Untuk mencegah terjadinya diabetes ini segera konsulkan diri bunda kepada para bdan di lingkungan bunda untuk mendapatkan konseling-konseling tentang kesehatan selam hamil.

Sabtu, 07 Januari 2017

Bagaimana Mengenali Tanda-Tanda Kelahiran Prematur?

Bayi biasanya dikatakan sudah matang dan sudah siap dilahirkan setelah usia kehamilan ibu 37 minggu sampai dengan 40 minggu. Namun banyak juga kejadian yang menyebabkan bayi lahir sebelum usia 37 minggu dan ini di sebut kelahiran prematur.

Kelahiran prematur ini didefinisikan dengan kelahiran bayi yang berlangsung diusia kehamilan antara 24-36 minggu, dan berat lahirnya biasanya kurang dari 2500 gram (BB normal bayi baru lahir 2500-4000 gram).

Bayi prematur yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram akan mendapatkan perawatan khusus setelah dilahirkan, dan perawatannya akan berbeda tergantung pada berat badan si bayi. Nah untuk memudahkan pengelompokan bayi berdasarkan berat badan kemudian di terapkan.

Pengelompokan bayi yang lahir prematur ini dibagi menjadi tiga, bila berat lahir bayi diantara 1500-2500 gram disebut Low Birth Weight, bila berat lahir bayi diantara 1000-1500 gram maka disebut Very Low BIrth Weight, dan bila berat lahir bayi kurang dari 1000 gram maka di sebut Extreemly Low Birth Weight.

Kemudian, bayi bisa lahir prematur disebabkan oleh banyak sekali faktor-faktor, faktor dari dalam diri ibu sendiri, maupun dari luar seperti aktivitas dan gaya hidup ibu selama hamil.

Penyebab bayi dilahirkan prematur adalah :

1.komplikasi medis

Misalnya pada kasus perdarahan saat kehamilan, bisa juga karena ibu mengalami tekanan darah tinggi selama hamil sehingga membutuhkan terminasi dalam kehamilan yaiu mempercepat lahirnya si bayi.

2.Faktor gaya hidup

Kebiasaan-kebiasaan buruk yang dilakukan oleh ibu akan berpengaruh terhadap janinnya, misalnya kebiasaan merokok, menggunakan obat-obatan terlarang seperti narkoba, minum minuman keras seperti alkohol, dan kurangnya kepedulian ibu terhadap gizi dan nutrisi dirinya serta janinnya yang mengakibatkan kurangnya kenaikan berat badan ibu selama hamil.

3.Infeksi air ketuban

Jadi air ketuban yang terinfeksi karena masuknya mikroorganisme pada alat reproduksi ibu.

4.Ketuban pecah sebelum usia kehamilan 37 minggu

Reaksi radang yang hebat saat ketuban terinfeksi akan mengakibatkan mikroorganisme memperoleh jalan menuju selaput ketuban dan mengakibatkan pecahnya selaput ketuban.

5.Vaginosis bacterialis

pada vagina seorang wanita ada flora normal yang memang ada disana yang disebut lactobacillus yang menghasilkan hidrogen peroksida, namun kemudian diganti oleh bakteri anaerob spesies mobiluncus, myoplasma hominis.

6.Vaginitis trikomonas dan candida

Wanita dengan trimococus vaginalis mengalami peningkatan resiko kelahiran prematur.

7.Infeksi chlamydia

Adanya gangguan terhadap fungsi reproduksi wanita sebagai akibat dari infeksi oleh kuman chlamydia trachomatis

Tanda dan gejala seorang wanita akan melahirkan prematur sama dengan saat akan melahirkan normal dan matang. Yaitu :
  1. Kontraksi uterus/kenceng-kenceng yang disertai nyeri maupun tidak
  2. Panggul terasa tertekan
  3. Perut kram seperti saat menstruasi
  4. Terasa nyeri punggung bagian bawah

Saat anda mengakami tanda-tanda tersebut segera pergi ke bidan atau tenaga kesehatan terdekat untuk memeriksakan diri anda. Karena kelahiran prematur bukan kelahiran yang normal bidan pasti akan merujuk anda ke rumah sakit karena anda dan bayi anda beresiko.

Ubah pola kebiasaan buruk anda selama hamil, jangan mengerjakan pekerjaan yang terlalu berat dan mengakibatkan anda kelelahan. Selalu makan makanan yang bergizi, selama anda tidak memiliki alergi terhadap makanan tersebut, anda boleh memakannya.

Semua makanan baik untuk bayi dan diri anda selama hamil, untuk lebih jelasnya, selalu periksakan kehamilan anda secara rutin pada bidan di lingkungan anda. Jangan lupa selalu berdoa agar anda dan bayi anda diberikan kesehatan dan bisa lahir normal dan sesuai dengan waktu kelahirannya.

Jumat, 06 Januari 2017

Apa Itu Penyakit Gonore?

Selama praktik di ruang onkologi, aku sering sekali menemukan pasien kanker dengan penyakit menular seksual, salah satu diantaranya adalah penyakit menular seksual gonore.

Jika membahas tentang penyakit menular seksual, maka kita tidak melulu membahas tentang HIV saja, karena penyakit menular seksual sendiri banyak sekali macam-macamnya, dan salah satunya ya gonore ini.

Gonore ini sudah lumayan dikenal oleh masyarakat dengan sebutan GO, gonore ini disebabkan oleh bakteri bernama Neisseria Gonorrhea. Anda bisa terkena oleh bakteri ini jika melakukan hubungan dengan penderita gonore, jika setelah BAB/BAK tidak dibersihkan dan dikeringkan, dan jika anda berhubungan seksual saat usia muda <16 tahun.

Gonore ini memiliki resiko penularan yang sangat tinggi saat anda dan pasangan anda berhubungan seksual dengan cara genito-grnital, namun tidak menutup kemungkinan juga anda akan tertular jika berhubungan seksual melalui oro-genital dan ano-genital saat tidak menggunakan kondom sebagai alat pelindung.

7 dari 10 pasien penderita gonore yang saya tanyakan riwayat seksual nya mengatakan bahwa mereka tidak menggunakan kondom saat berhubungan seksual.

Tanda dan gejala yang ditimbulkan oleh pria dan wanita berbeda dan terkadang pada satu wanita dan wanita lainnya juga berbeda tergantung seberapa parah mereka terinfeksi. pada pria gejala infeksi gonore ini biasanya muncul dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi, gejalanya bisa seperti keluarnya cairan berwarna putih pekat atau kuning pekat, nyeri saat buang air kecil, muncul kemerahan pada ujung Mr.P, adanya cairan yang keluar dari anus disertai rasa tidak nyaman dan tenggorokan anda terasa nyeri.

Pada wanita gejala awalnya bisa muncul dalam waktu 7-21 hari setelah terinfeksi, gejalanya bisa seperti keluarnya cairan keputihan yang tidak biasa pada Ms.V, perdarahan yang tidak teratur di luar jadwal haid, nyeri saat buang air kecil dan panggul terasa nyeri sekali terutama saat berhubungan seksual.

Nah jika anda merasa mengalami gejala-gejala seperti itu, segera periksakan diri anda ke fasilitas kesehatan terdekat, bawa juga pasangan anda untuk di periksa, karena penyakit menular yang tidak segera ditangani akan mengakibatkan kedua pasangan terinfeksi, dan jika seorang wanita hamil dengan penyakit gonore belum terobati dapat menyebabkan kebutaan pada bayi saat dilahirkan.

Bagi anda yang tidak terinfeksi penyakit ini, bisa mencegahnya dengan cara setia pada satu pasangan saja, selalu gunakan kondom saat melakukan hubungan seksual untuk mencegah terjadinya penularan, jangan menggunakan obat-obatan terlarang seoerti narkoba, jangan meminum minuman keras, cari tahu lebih jauh tentang penyakit menular seksual dan cara berhubungan seksual yang sehat.

Dan bagi anda yang telah terlanjur terinfeksi astikan anda memeiksakan diri anda ke pelayanan kesehatan yang memiliki fasilitas lengkap dan menyediakan pengobatan untuk penyakit menular seksual agar bisa segera ditangani dan jangan berhubungan seksual dulu sebelum anda memastikan apakah anda terinfeksi gonore.

Kamis, 05 Januari 2017

Mengapa Terkadang Aku Merasa Sesak Saat Bernafas?

Waaahh,,, alhamdulillah tadi baru aja dapet materi baru nih, tentang asma. Asma yang biasa kita sebut sesak nafas itu ternyata disebabkan oleh saluran nafas kita yang mnegalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang kemudian menyebabkan peradangan.

Faktor penyebab asma nggak cuma satu aja, kebanyakn yang diketahui masyarakat sih asma ini adalah penyakit turunan, emang bener sih tapi nggak cuma itu bisa juga dari jenis kelamin, umur, faktor keturunan seperti yang saya bilang tadi dan juga faktor lingkungan.

Sesak nafas yang di kenal masyarakat kebanyakan ya cuma 1 yaitu asma, padahal mah banyak banget jenisnya si asma ini. Kalo menurut jenisnya sih asma ini dibedakan jadi 2.

1.Asma bronchial

Untuk para penderita asma jenis ini mengalami hipersensitif dan hiperaktif terhadap rangsangan dari luar, contohnya tu kaya debu, bulu binatang, asap dan bahan-bahan lain yang biasanya menyebabkan alergi. Gejala kemunculannya juga mendadak, sehingga gangguan asma bisa datang secara tiba-tiba.

2.Asma kardial

Asma kardial ini asma yang timbul akibat adanya kelainan jantung. Gejala asma kardial biasanya terjadi saat malam hari yang disertai sesak nafas yang hebat. Kejadian ini disebut nocturnal paroxymul dyspnea. Basanya terjadi disaat penderita sedang tidur.

Menurut GINA (Global Initiative For Asthma) asma juga punya derajat sendiri loh mulai dari :

  • Intermitten

Pada masa ini, gejala nya terjadi kurang dari 1 kali/minggu dan serangannya singkat

  • Persisten ringan

Gejalanya lebih dari 1 kali/minggu tapi kurang dari 1 kali/hari

  • Persisten sedang

Gejala terjadi setiap hari

  • Persisten berat

Gejala terjadi setiap hari dan serangan sering terjadi

Menurut berbagai penelitian penyebab asma yang sebenarnya belum diketahui, akan tetapi hanya menunjukkan dasar gejala asma yaitu inflamasi dan respon saluran nafas yang berlebihan ditandai dengan adanya kalor (panas dalam vasodilatasi), tumor (esudasi plasma dan edema), dolor (rasa sakit karena rangsangan sensori).

Pemicu timbulnya serangan sesak nafas ini dapat berupa infeksi, iklim (perubahan mendadak suhu, tekanan udara), inhalasi (debu, kapuk, sisa-sisa serangga mati, bulu binatang, serbuk dari, bau asap), makanan (putih telur, susu sapi, kacang tanah, coklat, biji-bijian dan tomat), obat (aspirin), kegiatan fisik (olahraga berat, kecapekan, tertawa terbahak-bahak) dan emosi.

Jika asma ini tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi seperti, pneumothoraks, atelektasis, gagal nafas, bronkitis, fraktur iga, dysritmia jantung dan hipoksemia.

Untuk penatalaksaan asma ini, akan dilakukan pemeriksaan laoratorium yang mencakup pemeriksaan sputum, pemeriksaan darah, radiologi, faal paru, elektrokardiografi dan juga skening paru.

Untuk pelkasanaan perawatan kepada penderita asma sendiri akan diberikan tindakan seperti pemberian oksigen, pemberian bronkodilator, menilai/menganalisis gas(yang meliputi PaO2, PaCO2, Ph, standar bikarbonat dan base excess), kortikosteroid, agonis leukotrien dan kromon, kemudian akan dilakukan monitoring.

Rabu, 04 Januari 2017

Konsep Dasar Masa Nifas

Hari ini kita akan membahas konsep dasar tentang masa nifas, untuk teman-teman mahasiswa kebidanan atau juga para pembaca yang ingin mengetahui tentang apa itu masa nifas, semoga tulisan ini dapat membantu.

Ada banyak sekali para ahli yang menjelaskan tentang masa nifas, yang intinya hampir sama yaitu masa nifas adalah masa yang dumulai setelah plasenta/ari-ari lahir sampai kembalinya alat-alat kandungan seperti semua atau seperti sebelum hamil. Masa ini biasanya berlangsung kira-kira selama 6 minggu.

Dalam dunia medis, masa nifas ini biasa di sebut dengan masa puerperium yang berasal dari bahasa latin, “puer” berarti anak dan “parere” berarti membawa untuk seterusnya.

Selama masa nifas ini beberapa kejadian yang terjadi ialah berupa kembalinya alat-alat rahim (involusi), laktasi, dan pengeluaran darah nifas (lochea). Saat para ibu mengalami masa nifas, bidan akan melakukan asuhan masa nifas kepada ibu-ibu dengan tujuan menjaga kesehatan fisik dan psikologis ibu dan bayinya,

mendeteksi masalah yang mungkin saja terjadi selama masa nifas ini agar bisa segera dirujuk jika terjadi komplikasi yang membahayakan ibu dan/atau bayi,

memberikan pendidikan tentang bagaimana caranya merawat diri selama masa nifas, makanan apa saja yang baik dan sangat bermanfaat pada saat masa nifas, mendiskusikan dan membantu ibu memilih alat KB yang baik dan sesuai dengan ibu

Bidan juga akan mengajarkan cara-cara dan posisi-posisi menyusui yang benar apalagi pada ibu yang baru melahirkan anak pertama, juga bagaimana caranya merawat bayi agar bayi tetap sehat.

Saat masa nifas juga bidan akan selalu memberikan dukungan secara berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan ibu-ibu, ini berguna untuk mengurangi ketegangan fisik dan psikologis ibu setelah melahirkan.

Bidan juga akan mengajarkan para ibu, suami serta keluarga untuk mengenali tanda-tanda bahaya serta pencegahannya, karena di indonesia angka kematian ibu saat masa nifas sangatlah tinggi karena kurangnya pengetahuan ibu dan keluarga akan bahaya-bahaya masa nifas.

Setelah melahirkan anda harus memeriksakan diri ke bidan minimal 4x, periksa pertama yaitu 6-8 jam setelah melahirkan, kedua yaitu 6 hari setelah melahirkan,ketiga 2 minggu setelah melahirkan, dan terakhir 6 minggu setelah melahirkan.

Saat anda berada pada masa nifas ini cobalah menjadi ibu/suami yang kritis yang selalu ingin tahu, konsultasikan budaya-budaya anda di masyarakat yang biasa dilakukan setelah melahirkan, karena bisa jadi ada budaya yang menghambat penyembuhan ibu serta merugikan ibu dan bayinya.

Selasa, 03 Januari 2017

Aku dan Si Raja Singa

Penyakit menular seksual pada zaman sekarang ini sudah banyak sekali jenisnya, penyebabnyapun bermacam-macam dan kebanyakan yang menderita penyakit menular seksual ini karena tertular dari pasangannya.

Pada kesempatan kali ini kita akan mencoba membahas tentang sifilis. Mungkin beberapa dari bunda ada yang tidak asing dengan penyakit ini. Jadi bunda, sifilis ini adalah penyakit kelamin yang bersifat kronis dan menahun.

Walaupun frekuensi penyakit ini mulai menurun, tapi masih merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat menyerang seluruh organ tubuh termasuk sistem peredaran darah, syaraf dan dapat ditularkan oleh bunda kepada bayi yang sedang bunda kandung, sehingga menyebabkan kelainan bawaan pada bayi bunda. Sifilis ini sering dikenal dengan sebutan raja singa.

Untuk penyebab dari sifilis ini yaitu disebabka oleh kuman treponema pallidum, yang ditularkan ketika berhubungan seksual dengan cara langsung dengan seseorang yang alat genitalianya terluka dan mengandung treponema.

Gejalanya berlangsung dalam 3-4 minggu, kadang-kadang sampai 13 minggu. Kemudian akan timbul benjolan disekitar alat kelamin, ada bercak-bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah berhubungan seksual, tetapi akan hilang dengan sendirinya.

Selama 2-3 tahun pertama penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa-apa, dan masa ini disebut masa laten. Setelah 5-10 tahun akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung.

Pada para bunda yang hamil dengan menderita penyakit sifilis ini dapat menularkan kepada bayinya dan kemungkinan si bayi akan lahir dengan kerusakan kulit, hati, limfa dan keterbelakangan mental.

Kemudian gejala penyakit sifilis ini dapat dikenali oleh bunda dan pasangan, gejalanya seperti :
  1. Keluarnya cairan dari vagina, penis, atau dubur yang berbeda dari biasanya. Berwarna putih susu, kekuningan, kehijauan atau disertai bercak darah dan bau tidak enak.
  2. Perih, nyeri atau panan saat BAK atau setelah BAK atau menjadi sering BAK.
  3. Ada luka terbuka (luka besar disekitar alat kemaluan atau mulut) bisa disertai nyeri bisa juga tidak.
  4. Tumbuh sesuatu seperti jengger ayam atau kuliat di sekitar kemaluan
  5. Pada pria, skrotum menjadi bengkak dan juga terasa nyeri.
  6. Terasa sakit di perut bagian bawah yang terkadang timbul.
  7. Secara umum juga akan ada perasaan tidak enak badan atau demam.

Efek sifilis pada kehamilan dan janin yang bunda kandung tergantung pada lamanya infeksi terjadi, dan juga tergantung pada pengobatannya. Jika bunda yang terkena sifilis diobati dengan baik, maka bisa melahirkan bayi yang sehat.

Jika tidak diobati, bunda akan mengalami abortus/keguguran atau juga bayi akan lahir prematur, dan bisa saja bayi akan lahir meninggal dengan kelainan kongenital. Apabila infeksi sifilis ini terjadi pada saat kehamilan sudah tua, maka plasenta/ari-ari memberikan perlindungan terhadap janin dan bayi dapat dilahirkan dengan sehat. Dan apabila infeksi terjadi sebelum plasenta terbentuk dan dilakukan pengobatan dengan segera, infeksi pada janin mungkin saja dapat dicegah.

Jika ibu hamil dengan sifilis buruk tidak segera diberikan penanganan yang tepat akan berdampak buruk bagi ibu mauoun janin yang dikandungnya, sehingga penting sekali untuk memeriksakan diri dan mendapatkan pengobatan demi ibu dan janin yang dikandung.

Nah bagi para bunda yang tidak terkena penyakit kelamin ini atau penyakit kelamin lainnya dapat mencegahnya dengan banyak cara. Bagi pasangan yang belum menikah, cara yang paling ampuh adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual. Selain belum waktunya, kalian juga akan berdosa karena melakukan zina.

Bagi yang sudah menikah, setialah pada pasangan kalian masing-masing, hindari hubungan seksual yang beresiko dan selalu gunakan kondom untuk mencegah penularan penyakit menular seksual. Dan juga saat akan melakukan hubungan seksual, pastikan suami dan istri sama-sama membersihkan alat kelamin terlebih dahulu.

Jika tanda atau gejala diatas bunda dan pasangan temukan, segera periksakan ke bidan atau pelayanan kesehatan terdekat. Jangan hanya salah satu pasangan, bawa serta juga pasangan anda, karena untuk penyakit menular seksual harus melibatkan suami dan istri.

Senin, 02 Januari 2017

Persiapan Kala 1

Saat seorang ibu sudah memasuki kala 1 dalam persalinan, bidan harus menyiapkan kelahiran dengan cara menyiapkan :
  1. Ruangan untuk persalinan dan kelahiran bayi
  2. Perlengkapan, bahan-bahan dan obat-obatan esensial
  3. Rujukan
  4. Persiapan asuhan sayang ibu selama persalinan
  5. Upaya-upaya pencegahan infeksi yang direkomendasikan

Karena pada saat persalinan dan kelahiran bayi ada hal-hal pokok yang diperlukan seperti :
  1. Ruangan yang hangat dan bersih, yaitu memiliki sirkulasi udara yang baik & terlindung dari tiupan angin
  2. Sumber air bersih yang mengalir untuk cuci tangan & mandi ibu sebelum dan setelah melahirkan
  3. Air disenfeksi tingkat tinggi ( air yang dididihkan & didinginkan) untuk membersihkan vulva dan perinium ibu sebelum dan selama persalinan dan membersihkan perinium ibu stelah bayi lahir
  4. Air bersih dalam jumlah yang cukup, klorin, deterjen, kain pembersih, kain pel dan sarung tangan karet untuk membersihkan ruangan, lantai, perabotan, dekontaminasi dan peralatan
  5. Kamar mandi yang bersih untuk kebersihan pribadi ibu dan penolong persalinan. Pastikan bahwa kamar kecil & kamar mandi telah didekontaminasi dengan larutan klorin 0,5%, dibersihkan dengan deterjen dan air sebelum persalinan dimulai (untuk melindungi ibu dari resiko infeksi) dan setelah bayi lahir (melindungi keluarga terhadap resiko infeksi dari darah & sekret tubuh ibu)
  6. Tempat yang lapang untuk ibu berjalan-jalan selama persalinan, melahirkan bayi dan memberikan asuhan bagi ibu dan bayinya setelah persalinan. Pastikan bahwa ibu mendapatkan privasi
  7. Penerangan yang cukup, baik siang maupun malam
  8. Tempat tidur yang bersih untuk ibu. Tutupi kasur dengan plastik/lembaran yang mudah dibersihkan jika terkontaminasi selama persalinan/kelahiran bayi
  9. Tempat yang bersih untuk memberikan asuhan bayi baru lahir
  10. Meja yang bersih/ tempat tertentu untuk menaruh peralatan persalinan. Pastikan kelengkapan jenis dan numlah bahan-bahan yang diperlukan dan dalam keadaan siap pakai untuk setiap persalinan dan kelahiran

Jika tempat persalinan dan kelahiran bayi jauh dari fasilitas kesehatan, bawalah semua keperluan yang dibutuhkan ke lokasi persalinan. Pada setiap persalinan dan kelahiran bayi periksa semua peralatan sebelum dan setelah memberikan asuhan, ganti peralatan yang hilang/rusak dengan segera.

Periksa semua obat-obatan dan bahan-bahan sebelum dan setelah menolong ibu bersalin dan melahirkan dan pastikan bahwa perlengkapan dan bahan-bahan sudah bersih dan siap pakai seperti partus set, keacting set, peralatan resusitasi bayi baru lahir sudah dalam kondisi desinfeksi tingkat tinggi/steril.

Jika terjadi penyulit, keterlambatan untuk merujuk ke fasilitas kesehatan yang sesuai dapat membahayakan jiwa ibu dan atau bayinya. Jika perlu dirujuk siapkan dan sertakan dokumentasi tertulis semua asuhan dan perawatan dan hasil penilaian (termasuk partograf). Jika ibu tidak siap dengan rujukan, lakukan konseling terhadap ibu dan keluarganya.

Harap selalu diingat, karena persalinan adalah saat yang menegangkan & menggugah emosi ibu dan keluarganya, bahkan mungkin dapat pula menjadi proses yang sangat menyakitkan dan menakutkan bagi ibu, sehingga bidan harus selalu memiliki intervensi untuk meringankan kondisi tersebut, pastikan bahwa setiap ibu akan mendapatkan asuhan sayang ibu selama persalinan dan kelahiran.

Minggu, 01 Januari 2017

Cara Menyusui yang Baik dan Benar

Hai bunda, wah bunda yang baru saja melahirkan atau mungkin yang akan melahirkan khususnya anak pertama pasti merasa bingung bagaimana cara menyusui yang baik dan benar, terkadang cara menyusui bunda bisa benar namun kurang baik dan bisa juga belum benar apalagi baik.

Nah disini saya akan menjelaskan dan berbagi ilmu tentang bagaimana cara menyusui bayi yang baik dan benar, sebelum saya jelaskan perlu kita ketahui dulu apa itu cara menyusui yang baik dan benar.

Jadi cara menyusui yang baik dan benar itu adalah cara bunda memberikan ASI kepada si kecil dengan perlekatan yang benar serta tepat dalam posisi antara bunda dan si kecil ya.

Cara-cara menyusui yang baik dan benar pertama-tama dengan mengatur posisi si kecil terhadap payudara bunda. Keluarkan sedikit ASI dari puting susu, kemudian oleskan pada puting susu dan daerah gelap disekitar puting.

Ada 4 hak pokok tentang bagaimana memegang si kecil saat menyusui.
  1. Kepala dan badan si kecil berada pada garis lurus
  2. Muka si kecil harus menghadap ke arah payudara, sedangkan hidungnya kearah puting susu bunda.
  3. Bunda harus memegang si kecil berdekatan dengan bunda.
  4. Untuk bayi baru lahir, bunda harus menopang badan si kecil bagian belakang, di samping kepala dan bahu.

Kemudian setelah mengoleskan ASI pada puting, pegang payudara menggunakan ibu jari diatas, sedangkan jari yang lainnya menopang bagian bawah payudara, serta gunakanlah ibu jari untuk membentuk puting susu demikian rupa sehingga mudah memasukkannya ke mulut si kecil.

Bunda harus memberi rangsangan pada si kecil agar membuka mulut dengan cara menyentuh sisi mulut si kecil, tunggulah sampai bibir si kecil terbuka cukup lebar, kemudian jika sudah terbuka cukup lebar gerakkan si kecil segera ke payudara bunda dan bukan sebaliknya.

Arahkan bibir di kecil di bawah puting susu hingga dagu si kecil menyentuh payudara. Perhatikanlah si kecil selama menyusui jangan sampai anda asal menyusui karena perlekatan si kecil pada payudara bisa saja berubah.

Nah setelah selesai menyusui kurang lebih selama 10 menit, lepaskan hisapan si kecil dengan cara :
  1. Masukkan jari kelingking ibu yang bersih kesudut mulut si kecil
  2. Menekan dagu si kecil ke bawah
  3. Dengan menutup lubang hidung si bayi agar mulutnya membuka
  4. Ingat, bunda tidak boleh menarik puting susu untuk melepaskan hisapan si kecil

Setelah selesai menyusui jangan lupa sendawakan si kecil ya bunda. Untuk menyendawakan si kecil ada beberapa cara.

Cara 1
  1. Sandarkan si kecil di pundak bunda, tepuk punggungnya dengan pelan sampai si kecil bersendawa
  2. Si kecil ditelungkupkan di pangkuan bunda sambil digosok punggungnya
Cara 2
  1. Tegakkan kepala si kecil di pundak sampai posisi lambung si kecil akan tertekan oleh bahu dan pundak, tepuk punggung si kecil
  2. Dudukan si kecil di pangkuan bunda, letakkan salh satu telapak tangan bunda di perut si kecil dan telapak tangan lain di punggung si kecil, condongkan badan di kecil sampai sebagian berat badan si kecil tertumpu pada tangan yang menunjang perut si kecil dan dagu si kecil menempel pada tangan bunda
  3. Tepuk-tepuk punggung si kecil oleh tangan bunda