Selasa, 03 Januari 2017

Aku dan Si Raja Singa

Penyakit menular seksual pada zaman sekarang ini sudah banyak sekali jenisnya, penyebabnyapun bermacam-macam dan kebanyakan yang menderita penyakit menular seksual ini karena tertular dari pasangannya.

Pada kesempatan kali ini kita akan mencoba membahas tentang sifilis. Mungkin beberapa dari bunda ada yang tidak asing dengan penyakit ini. Jadi bunda, sifilis ini adalah penyakit kelamin yang bersifat kronis dan menahun.

Walaupun frekuensi penyakit ini mulai menurun, tapi masih merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat menyerang seluruh organ tubuh termasuk sistem peredaran darah, syaraf dan dapat ditularkan oleh bunda kepada bayi yang sedang bunda kandung, sehingga menyebabkan kelainan bawaan pada bayi bunda. Sifilis ini sering dikenal dengan sebutan raja singa.

Untuk penyebab dari sifilis ini yaitu disebabka oleh kuman treponema pallidum, yang ditularkan ketika berhubungan seksual dengan cara langsung dengan seseorang yang alat genitalianya terluka dan mengandung treponema.

Gejalanya berlangsung dalam 3-4 minggu, kadang-kadang sampai 13 minggu. Kemudian akan timbul benjolan disekitar alat kelamin, ada bercak-bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah berhubungan seksual, tetapi akan hilang dengan sendirinya.

Selama 2-3 tahun pertama penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa-apa, dan masa ini disebut masa laten. Setelah 5-10 tahun akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung.

Pada para bunda yang hamil dengan menderita penyakit sifilis ini dapat menularkan kepada bayinya dan kemungkinan si bayi akan lahir dengan kerusakan kulit, hati, limfa dan keterbelakangan mental.

Kemudian gejala penyakit sifilis ini dapat dikenali oleh bunda dan pasangan, gejalanya seperti :
  1. Keluarnya cairan dari vagina, penis, atau dubur yang berbeda dari biasanya. Berwarna putih susu, kekuningan, kehijauan atau disertai bercak darah dan bau tidak enak.
  2. Perih, nyeri atau panan saat BAK atau setelah BAK atau menjadi sering BAK.
  3. Ada luka terbuka (luka besar disekitar alat kemaluan atau mulut) bisa disertai nyeri bisa juga tidak.
  4. Tumbuh sesuatu seperti jengger ayam atau kuliat di sekitar kemaluan
  5. Pada pria, skrotum menjadi bengkak dan juga terasa nyeri.
  6. Terasa sakit di perut bagian bawah yang terkadang timbul.
  7. Secara umum juga akan ada perasaan tidak enak badan atau demam.

Efek sifilis pada kehamilan dan janin yang bunda kandung tergantung pada lamanya infeksi terjadi, dan juga tergantung pada pengobatannya. Jika bunda yang terkena sifilis diobati dengan baik, maka bisa melahirkan bayi yang sehat.

Jika tidak diobati, bunda akan mengalami abortus/keguguran atau juga bayi akan lahir prematur, dan bisa saja bayi akan lahir meninggal dengan kelainan kongenital. Apabila infeksi sifilis ini terjadi pada saat kehamilan sudah tua, maka plasenta/ari-ari memberikan perlindungan terhadap janin dan bayi dapat dilahirkan dengan sehat. Dan apabila infeksi terjadi sebelum plasenta terbentuk dan dilakukan pengobatan dengan segera, infeksi pada janin mungkin saja dapat dicegah.

Jika ibu hamil dengan sifilis buruk tidak segera diberikan penanganan yang tepat akan berdampak buruk bagi ibu mauoun janin yang dikandungnya, sehingga penting sekali untuk memeriksakan diri dan mendapatkan pengobatan demi ibu dan janin yang dikandung.

Nah bagi para bunda yang tidak terkena penyakit kelamin ini atau penyakit kelamin lainnya dapat mencegahnya dengan banyak cara. Bagi pasangan yang belum menikah, cara yang paling ampuh adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual. Selain belum waktunya, kalian juga akan berdosa karena melakukan zina.

Bagi yang sudah menikah, setialah pada pasangan kalian masing-masing, hindari hubungan seksual yang beresiko dan selalu gunakan kondom untuk mencegah penularan penyakit menular seksual. Dan juga saat akan melakukan hubungan seksual, pastikan suami dan istri sama-sama membersihkan alat kelamin terlebih dahulu.

Jika tanda atau gejala diatas bunda dan pasangan temukan, segera periksakan ke bidan atau pelayanan kesehatan terdekat. Jangan hanya salah satu pasangan, bawa serta juga pasangan anda, karena untuk penyakit menular seksual harus melibatkan suami dan istri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar