Sabtu, 14 Januari 2017

Konsep Dasar Asuhan Ibu Bersalin

Jadi seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yaitu janin dan plasenta atau biasa disebut ari-ari dari rahim melalui jalan lahir ibu ke dunia luar.

Ibu yang melahirkan normal adalah dengan cara melahirkan bayi melalui jalan lahirnya dengan bayi yang berada pada jalan lahir adalah kepala terlebih dahulu serta tidak memakai alat bantuan apapun yang berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam.

Nah, tanda-tanda permulaan persalinan ditandai dengan keluarnya lendir bercampur darah, perut keliatan lebih melebar, perasaan sering atau susah buang air kecil karena kandung kemih tertekan oleh bagian terbawah janin yang mau keluar duluan.

Tanda-tanda persalinan dalam dunia medis dibagi menjadi 2, yaitu tanda sesungguhnya dan tanda semu.tanda sesungguhnya yaitu :
  1. Serviks/mulut rahim menipis dan membuka
  2. Terasa nyeri yang terus meningkat secara teratur
  3. Jarak antara rasa nyeri satu dengan yang lainnya semakin pendek
  4. Waktu dan kekuatan kontraksi/kenceng-kenceng terus meningkat
  5. Nyeri terasa di bagian belakang dan menyebar ke depan
  6. Lendir dan darah yang keluar semakin sering terlihat
  7. Ada penurunan bagian kepala janin
  8. Selagi kontraksi, kepala janin terus turun mencoba untuk keluar
  9. Pemberian obat penenang tidak menghentikam proses persalinan yang sesungguhnya

Sedangkan tanda persalinan semu itu seperti :
  1. Tidak adanya perubahan pada mulut rahim/serviks
  2. Nyeri yang dirasakan ibu tidak teratur
  3. Tidak ada perubahan pada waktu dan kontraksinya
  4. Saat berjalan nyeri tetap terasa sama
  5. Tidak ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi dengan intensitas rasa nyeri
  6. Tidak ada lendir darah yang keluar
  7. Kepala atau bagian janin yang terbawah tidak turun ke jalan lahir
  8. Walaupun ada kontraksi/kenceng-kenceng kepala tetap tidak masuk pintu atas panggul
  9. Jika diberikan obat penenang maka nyerinya akan berhenti.

Persalinan juga tidak sekedar tentang melahirkan bayi saja, namun seorang wanita melahirkan itu melewati tahap-tahap, dimulai dari kala 1, kala 2, kala 3 sampai kala 4.

Kala 1 di definisikan sebagai permulaan kontraksi persalinan sejati, yang ditandai dengan perubahan reviks/mulut rahim tadi secara progresif dan diakhiri dengan pembukaan lengkap (10 cm). Kala 1 ini dibagi menjadi 2 fase, yaitu fase laten dan aktif.

Fase laten dimulai sejak awal kontraksi yang menyebabkan penipisan & pembukaan serviks sampai dengan pembukaan 4 cm. Biasanya, fase ini berlangsung kurang dari 8 jam.

Kemudian fase aktif, persalinan berlangsung ketika pembukaan sudah mencapai 4 cm sampai dengan pembukaan lengkap (10 cm). Kecepatan rata-rata 1 cm/jam untuk yang pertama kali melahirkan dan 1-2 cm/jam untuk yang sudah pernah melahirkan sebelumnya.

Masuk pada kala 2, kala 2 adalah kala pengeluaran terjadi karena kekuatan his dan kekuatan mengedan janin didorong keluar sampai lahir. Kala ini berlangsung 0,5-1,5 jam tergantung ibu sudah pernah melahirkan atau belum.

Kontraksi pada kala 2 ini juga biasanya sangat kuat sehingga kemampuan ibu untuk menggunakan otot-otot abdomen/otot perut.lama kala 2 ini tergantung juga pada ibu apakah sudah pernah melahirkan atau belum. Jika sudah pernah maka berlangsung maksimal 1 jam, dan maksimal 2 jam pada ibu yang pertama kali melahirkan.

Untuk mengetahui apakah ibu sudah memasuki kala 2 adalah dengan melihat tanda-tanda lendir bercampur darah yang keluar semakin banyak, perasaan ingin mengejan seperti ingin buang air besar, anus terbuka, kadang-kadang ketuban pecah spontan.

Kala 3 biasa disebut kala uri atau plasenta terlepas dari rahim dan dilahirkan. Prosesnya biasanya berlangsung antara 6-15 menit dan maksimal 30 menit setelah bayi dilahirkan. Kemudian lanjut kala 4, pada kala 4 ini dilakukan observasi mulai lahirnya plasenta sampai 1 jam, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya perdarahan setelah melahirkan.

Observasi yang dilakukan melihat tingkat kesadaran penderita, seperti pemeriksaan tanda-tanda vital meliputi tekanan darah, nadi, dan pernafasan. Kontraksi uterus juga diobservasi dan dilihat apakah ada perdarahan, jika ada jumlahnya berapa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar