Kamis, 12 Januari 2017

Masalah menyusui Pada Bayi

Masalah dalam menyusui bukan hanya dikarenakan oleh ibu saja, namun bisa juga disebabkan oleh si bayi sendiri.

1.Bayi sering menangis

Tangisan bayi dapat dijadikan sebagai cara berkomunikasi antara ibu dan buah hati. Karena itu bila bayi sering menangis perlu dicari tahu sebabnya, dan sebabnya tidak selalu kurang ASI.

2.Bayi bingung puting

Bingung puting terjadi akibat pemberian susu formula dalam botol yang berganti-ganti. Hal ini akibat mekanisme menyusu pada puting susu ibu berbeda dengan mekanisme menyusu pada botol. Menyusu oada ibu memerlukan kerja otot-otot pipi, gusi, langit-langit dan lidah. Sedangkan menyusu pada botol bersifat pasif.

3.Bayi dengan berat lahir < 2500 atau prematur

Bayi kecil, bisa karena prematur atau juga berat bdannya yang terlalu rendah mempunyai masalah menyusui karena refleks mengisapnya masih relatif lemah. Oleh karenanya bayi kecil justru harus cepat dan lebih sering di latih menyusu.

4.Bayi dengan ikterus

Bayi dengan ikterus atau bayi kuning lebih sering terjadi dan lebih berat kasusnya daripada bayi-bayi yang tidak mendapatkan ASI cukup. Warna kuning disebabkan kadar bilirubin yang tinggi dalam darah(hiperbilirubin), yang dapat terlihat pada kulit dan sklera (bagian mata yang berwarna putih).

Nah ibu-ibu, untuk mengatasi agar tidak terjadi hiperbilirubin pada bayi maka:
  1. Segeralah menyusui bayi setelah lahir
  2. Menyusui bayi sesering mungkin tanpa di jadwal
  3. Bayi dengan bibir sumbing
Ibu harus tetap mencoba menyusui bayinya, karena bayi masih bisa menyusu dengan kelainan seperti ini. Keuntungan khusus untuk keadaan ini adalah bahwa menyusu justru dapat melatih kekurangan otot rahang dan lidah, sehingga memperbaiki perkembangan bicara anak. Selain itu menyusu mengurangi kemungkinan terjadinya otitis media, padahal bayi dengan palatoskisis (celah pada langit-langit) mudah terkena radang ini.

6.Bayi kembar

Football position merupakan cara yang baik. Ibu sebaiknya mencoba posisi lainnya secara berganti-ganti. Yang penting susuilah bayi lebih sering dengan waktu penyusuan yang diinginkan masing-masing bayi, umumnya lebih dari 20 menit.

7.Bayi sakit

Bayi sakit dengan indikasi khusus tidak diperbolehkan mendapatkan makanan peroral, tetapi pada saat kondisi bayi sudah memungkinkan maka berikan ASI. Menyusui bukan kontraindikasi pada bayi sakit dengan muntah muntah ataupun diare. Posisi menyusui yang tepat dapat mencegah timbulnya muntah, antara lain dengan posisi duduk. Berikan ASI sedikit tapi sering kemudian sendawakan. Pada saat bayi akan ditidurkan, posisikan tengkurap atau miring kanan untuk mengurangi bayi tersedak karena regurgitasi.

8.Bayi dengan lidah pendek

Bayi dengan lidah pendek dan tebal serta kaku tak elastis, sehingga membatasi gerak lidah dan bayi tidak dapat menjulurkan lidahnya untuk mengurut puting dengan optimal. Oleh karena itu, ibu dapat membantu dengan menahan kedua bibir bayi segera setelah bayi dapat menangkap puting dan areola dengan benar. Kemudian posisi kedua bibir bayi dipertahankan agar tidak berubah-ubah.

9.Bayi yang memerlukan perawatan

Pada saat bayi sakit dan memerlukan perawatan, padahal bayi masih menyusu, sebaiknya ibu tetap merawat dan memberikan ASI. Apabila tidak terdapat fasilitas, maka ibu dapat memerah ASI dan menyimpannya. Cara penyimpanan ASI perah juga perlu diperhatikan, agar tidak mudah basi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar