Sabtu, 18 Februari 2017

Penyelidikan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa

Wabah. Apa itu wabah? Wabah adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi dari pada keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka.

Kapan dikatakan melebihi keadaan yang lazim? Daat satu kasus tunggal dari penyakit menular yang lama tidak ditemukan, atau adanya penyakit baru yang belum diketahui sebelumnya di suatu daerah memerlukan laporan cepat disertai dengan penyelidikan epidemiologis.

Penyebab utama KLB (Kejadian Luar Biasa) di Indonesia adalah diare, campak, dan Demam Berdarah Dangue (DBD). Daerah resiko tinggi KLB penyakit tertentu dapat diidentifikasi, ditetapkan prioritasnya dan disusun rancangan penanggulangan KLB berkelanjutan dalam suatu program penanggulangan KLB.

Suatu kondisi dapat dikatakan KLB jika,
  1. Timbulnya suatu penyakit menular yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal.
  2. Peningkatan kejadian penyakit/kematian terus-terusan selama 3 kurun waktu berturut-turut menurut jenis penyakitnya (jam, hari, minggu).
  3. Peningkatan kejadian penyakit/kematian 2 kali lipat atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya (jam, hari, minggu, bulan, tahun).
  4. Jumlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih bila dibandingkan dengan angka rata-rata perbulan dalam tahun sebelumnya.

Agar KLB penyakit tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat maka diberlakukanlah tujuan program penanggulangan KLB dengan berbagai tujuan khusus, diantaranya:
  1. Menurunnya frekuensi KLB.
  2. Menurunnya jumlah kasus pada setiap KLB.
  3. Menurunnya jumlah kematian pada setiap KLB.
  4. Memendeknya periode KLB.
  5. Menyempitnya penyebarluasan wilayah KLB.

Sehingga pemerintahpun melakukan dan membentuk langkah penyelidikan KLB atau disebut juga dengan investigasi wabah. Bagaimana langkah-langkahnya?
  1. Verifikasi diagnosis
  2. Tampilkan epidemiologi deskriptip
  3. Rumuskan hipotesis
  4. Rancang studi epidemiologi untuk menguji hipotesis
  5. Analisis dan interpretasi data
  6. Lakukan tindakan penanggulangan dan upaya pencegahan
  7. Buat laporan lengkap/komunikasikan hasil investigasi/penyelidikan

Setelah selesai tahap akhir adalah melaporkan penyelidikan KLB, saat melaporkan hasil penyelidikan KLB harus sesuai dengan format pelaporan yaitu :
  1. Pendahuluan yang berisi sumber informasi adanya KLB, dampak KLB terhadap kesehatan masyarakat, gambaran endemisitas penyakit penyebab KLB dan besar masalah KLB tersebut pada waktu sebelumnya.
  2. Tujuan penyelidikan KLB yang menjelaskan kepastian adanya KLB dan penegakan etiologi KLB serta besarnya masalah KLB pada saat penyelidikan dilakukan.
  3. Metode penyelidikan KLB yaitu menjelaskan secara sistematis populasi dan sampel, cara mengumpulkan dan mengolah data serta cara melaksanakan analisis.
  4. Hasil penyelidikan KLB yaitu hasil dari memastikan adanya KLB yang telah dibandingkan dengan kriteria KLB, gambaran-gambaran klinis dan distribusi gejala diantara kasus-kasus yang dicurigai, dan hasil pemeriksaan laboratorium. Disertakan juga kurva epideminya
  5. Pembahasan yang membahas kondisi KLB saat penyelidikan dilakukan, kemungkinan peningkatan kasus, penyebaran KLB, dan kemungkinan berakhirnya KLB.
  6. Kesimpuan
  7. Rekomendasi tentang perlunya penyelidikan KLB lebih lanjut dalam bidang tertentu, rekomendasi untuk kemajuan suatu program, rekomendasi perlunya bantuan Tim penanggulangan KLB provinsi, dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar