Selasa, 05 September 2017

Hal-hal yang Gak Saya Sukai Dari Agen Asuransi

Industri asuransi di Indonesia akhir-akhir ini mulai banyak peningkatan yang cukup signifikan. Banyak masyarakat yang mulai melek dengan manfaat dengan mengikuti sebuah asuransi tertentu. Dan saya, mungkin adalah salah satu orang yang belum memikirkan tentang asuransi ini. Namun, beberapa tahun tinggal serumah dengan salah satu agen asuransi membuat saya sedikit lebih banyak mengerti bagaimana cara kerja asuransi baik yang syariah ataupun yang konvensional.



Ya.. meskipun, agen asuransi dari produk asuransi ternama di Indonesia yang saya pernah tinggal dengan beliau adalah agen asuransi Syariah. Tapi sebenarnya ada banyak pertanyaan yang nangkring di otak saya tentang asuransi ini.


Apa Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional?


Seperti yang saya ketahui, Asuransi syariah banyak dipilih oleh kalangan yang menginginkan perlindungan terhadap drinya namun dengan cara yang menurut mereka halal. Pengelolaan dana yang terkesan transparanlah yang membuat para pemegang polis asuransi syariah mau menginvestasikan uangnya dengan cara membayar premi setiap bulannya. Sedangkan asuransi Konvensional pihak asuransilah yang memegang kuasa untuk mendapatkan keuntungan bagi perusahaan asuransi tersebut. Dan kalau dipilih-pilih lagi sih, saya juga bingung seumpama ikut asuransi mau pake yang mana.

Kadang.. Agennya itu lho yang bikin saya mikir 2 kali buat ikutan asuransi.

Nah sebenarnya ini, yang ingin saya ceritakan itu bagaimana beliau yang menjadi agen sebuah asuransi ini menjalankan pekerjaannya. Dan tentu saja tujuan utamanya adalah mendapatkan nasabah sebanyak mungkin, tidak peduli itu yang syariah ataupun yang konvensional.

Pernah saya datang ke sebuah restoran dengan sahabat saya, dan diwaktu yang sama.. ada salah satu agen asuransi yang sedang memberikan penjelasan kepada calon nasabahnya. Berhubung saya tahu bahwa dia adalah salah satu agen asuransi dari caranya berbicara, saya bilang pada teman saya:

"Itu lho.. salah satu agen. Liat aja caranya ngasih penjelasan dan caranya ngerayu calon nasabahnya"

Begitu kata saya kepada sang teman. Meski kami masih sering dibilang ingusan, tetap saja untuk urusan rayu-merayu ya tau lah.. Apalagi saya pernah serumah dengan agen asuransi, bapak angkat saya.


Hal yang gak saya sukai dari cara kerja mereka


Meski terkesan sangat halus, cara mereka mengenalkan lebih dekat atau lebih tepatnya membidik kita untuk ikutan Asuransi, kadang terlalu memaksakan diri. Ada saatnya kita kepengen buat gak deket-deket lagi dengan asuransi ini eh malah di hubungi terus sama agennya. Saya bahkan sering mendengar bapak angkat saya sibuk dengan teleponnya untuk seperti "mengejar" calon nasabah asuransi yang sudah beliau brief sebelumnya.

Banyak banget sih yang akhirnya bergabung dengan beliau, namun tidak sedikit juga yang akhirnya menyerah dan tidak berhubungan dengan asuransi. Eh padahal bapak angkat saya itu orangnya sabar banget lho.. Mungkin ya.. jenuh kali ya ditelponin terus dan cuma tanya jadi ikut asuransi dia apa enggak. Kadang saya kasihan juga sih liatnya hehehe..

Pernah diajakin jadi agen Asuransi gak sih?


Ini bukan masalah adu kekuatan ya.. tapi juga tentang kerja keras dan motivasi yang dimiliki oleh sang agen untuk mendapatkan bonus yang banyak dari perusahaan. Dan saya lihat, para agen ini sering diberikan arahan oleh para senior bagaimana caranya agar nasabah mau bergabung sama mereka. kalau ditanyain masalah ajak mengajak, Saya pernah sih diajakin buat ikutan mentoring gitu sama beliau, tapi saya menolak.. karena jujur saja.. saya masih kontra dengan asuransi. Baik sebagai agennya ataupun sebagai nasabahnya :D. Kontra asuransi boleh kan? Boleh to?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar